Sidang Kasus Suap Meikarta, Aher, Deddy, dan Soni Akui Tak Terima Suap, hingga Aher Bertemu Neneng di Moskwa

Kompas.com - 21/03/2019, 14:50 WIB
Mantan Direktur Jendral Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Sumarsono, bersama Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wakik Gubernur Jabar Deddy Mizwar hadis sebagai saksi di sidang suap proyek perizinan pembangunan Meikarta. KOMPAS.com/AGIEPERMADIMantan Direktur Jendral Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Sumarsono, bersama Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wakik Gubernur Jabar Deddy Mizwar hadis sebagai saksi di sidang suap proyek perizinan pembangunan Meikarta.

KOMPAS.com — Sidang kasus suap proyek Meikarta menghadirkan mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat ( Jabar) Ahmad Heryawan alias Aher dan Deddy Mizwar sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Jabar, Rabu (20/3/2019).

Selain Aher dan Deddy, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Soni Soemarsono juga turut hadir sebagai saksi.

Ketiganya menjadi saksi untuk terdakwa penerima suap, yakni Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Kepala Dinas PTMPTSP Dewi Tisnawati, Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi Nurlaili, Kadis PUPR Jamaludin, dan Kadis Damkar Sahat Banjarnahor.


Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Aher, Deddy, dan Soni sebelumnya diperiksa KPK

Bupati Bekasi Nonaktif Neneng Hasanah Yasin tengah menjalani persidangan Kasus Suap Proyek Perizinan Meikarta di Pengadilan Tipikor Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).KOMPAS.com/AGIEPERMADI Bupati Bekasi Nonaktif Neneng Hasanah Yasin tengah menjalani persidangan Kasus Suap Proyek Perizinan Meikarta di Pengadilan Tipikor Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).

Aher, Deddy dan Soni sebelumnya sempat diperiksa di KPK. Keduanya ditanyai terkait rekomendasi dengan catatan sebagai dasar bagi Meikarta melanjutkan pembangunan setelah izin IPPT dikeluarkan bupati pada 12 Mei 2017.

"Insya Allah siap, kan saya sama Kang Demiz (Deddy) pernah diperiksa KPK sebagai saksi. Sekarang didalami sama jaksa penuntut umum," kata Aher.

Hal senada dikatakan Deddy. Ia tampak rileks dan sesekali menyapa pengunjung pengadilan.

"Ya siaplah siap," ujar Deddy.

Baca Juga: Dua Kali Tak Penuhi Pemeriksaan, KPK Harap Ahmad Heryawan Kooperatif

2. Aher mengaku bertemu Neneng di Moskwa

Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memenuhi panggilan pemeriksaan kasus Meikarta di KPK, Jakarta, Rabu (9/1/2019).DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memenuhi panggilan pemeriksaan kasus Meikarta di KPK, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Kota Bandung, Aher mengaku pernah bertemu Neneng di Moskwa.

Saat itu, Aher diundang Kementerian Perdagangan untuk perhelatan bisnis ekonomi di Moskwa. Aher mengaku tak mengetahui bahwa Neneng turut diundang dalam acara tersebut.

Ketika makan pagi di suatu hotel di Moskwa, Aher bertemu Neneng dan berbincang terkait perlu tidaknya rekomendasi dari pemerintah provinsi.

“Saat makan pagi kami bertemu dan berbincang. Itu Neneng yang membuka perbincangan, tetapi saya tidak ingat sebelumnya. Tapi intinya perbincangan itu soal apakah perlu soal rekomendasi itu atau tidak,” kata Aher dalam persidangan.

Baca Juga: Alasan Ahmad Heryawan Dua Kali Tak Penuhi Panggilan Pemeriksaan KPK

3. Pengakuan Aher tentang rekomendasi terkait Meikarta

Foto arsip suasana pembangungan proyek kawasan Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/9/2017). Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi terkait perizinan proyek Meikarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/sgd/foc/18.Hafidz Mubarak A Foto arsip suasana pembangungan proyek kawasan Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/9/2017). Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi terkait perizinan proyek Meikarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/sgd/foc/18.

Hakim kembali bertanya soal apakah dirinya pernah mengeluarkan rekomendasi terkait proyek Meikarta.

Aher mengakui pernah mengeluarkan rekomendasi, tapi bukan rekomendasi gubernur, melainkan rekomendasi kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Betul, tapi rekomendasi tersebut bukan rekomendasi gubernur, tapi rekomendasi yang dikeluarkan oleh kadis DPMPTSP atas dasar gubernur memiliki hak untuk memberikan izin dan non-izin, kemudian diatur dalam Perpres 2004. Sebelum perizinan dari kepala daerah, izin ditandatangani oleh kepala Dinas DPMTSP. Dalam konteks Meikarta ini ketika ada kepentingan luar, yang harus menandatangani berdasar perpres tersebut adalah kepala dinas. Tetapi di pergub lama belum ada, tergantung atas permintaan,” katanya.

Dikatakannya, rekomendasi yang dikeluarkan tersebut hanya untuk 64,6 hektar.

“Rekomendasi tersebut 84,6 hektar, selebihnya belum,” ujarnya.

Baca Juga: Dalam Sidang Meikarta, Aher Mengaku Pernah Bertemu dengan Neneng di Moskwa

4. Aher, Deddy, dan Soni kompak akui tak terima uang 

Suap.Thinkstock Suap.

Saat ditanyai hakim di dalam persidangan, Aher menjawab tidak pernah menerima uang dari proyek Meikarta.

“Tidak yang mulia," jawabnya.

“Uang atau apa pun?” tanya hakim menegaskan.

“Tidak yang mulia,” jawab Aher.

Senada dengan Aher, Deddy juga mengaku tidak pernah menerima pemberian apa pun dari Meikarta.

“Tidak ada,” jawab Deddy.

Sebelumnya, Sumarsono menjelaskan bahwa dirinya juga tidak pernah menerima uang sepeser pun dari Meikarta.

“Saya tidak pernah terima uang satu sen pun, tidak sama sekali dari Meikarta,” kata Sumarsono di persidangan.

Baca Juga: Aher dan Deddy Mizwar Mengaku Tak Pernah Terima Uang dari Meikarta

5. Menjadi saksi kasus suap Rp 10,8 juta dan SGD 90.000

Suap.Shutterstock Suap.

Ketiga mantan pejabat tertinggi ini menjadi saksi dalam kasus suap proyek perizinan pembangunan Meikarta. Dalam kasus tersebut, Bupati Bekasi (nonaktif) Neneng Hasanah Yasin menjadi terdakwa bersama empat bawahan Neneng di pemerintahan Bekasi.

Mereka didakwa menerima uang suap yang diduga diberikan oleh perwakilan Lippo, Billy Sindoro, dan tiga rekannya yang sudah divonis dalam perkara yang sama. Adapun uang suap yang diterima para terdakwa ini dengan total sebesar Rp 10,8 juta dan 90.000 dollar Singapura.

Keempat pejabat itu adalah Kepala Dinas PTMPTSP Dewi Tisnawati, Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi Nurlaili, Kadis PUPR Jamaludin, dan Kadis Damkar Sahat Banjarnahor.

Baca Juga: Aher, Deddy, dan Soni Sumarsono Jadi Saksi Sidang Kasus Suap Meikarta 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nenek Tidur di Pangkuan Kakek Saat Naik Prameks, 57 Tahun Menikah dan Tak Pernah Terpisahkan

Nenek Tidur di Pangkuan Kakek Saat Naik Prameks, 57 Tahun Menikah dan Tak Pernah Terpisahkan

Regional
Dosen Pencuri iPhone 11 di Kupang Ditetapkan sebagai Tersangka

Dosen Pencuri iPhone 11 di Kupang Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

Regional
Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Lewat Lubang Buatan di Perut

Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Lewat Lubang Buatan di Perut

Regional
Pengungsi Banjir Bandang Butuh Selimut, Makanan, Tikar dan Air bersih

Pengungsi Banjir Bandang Butuh Selimut, Makanan, Tikar dan Air bersih

Regional
Gibran Daftar Lewat DPD PDI-P Jateng, Rudy Enggan Komentar: Tugas Saya Sudah Selesai

Gibran Daftar Lewat DPD PDI-P Jateng, Rudy Enggan Komentar: Tugas Saya Sudah Selesai

Regional
Banjir di Kampar Meluas, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

Banjir di Kampar Meluas, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Digugat Eropa, Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik | Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Digugat Eropa, Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik | Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

Regional
5 Fakta Gibran Daftar Pilkada Solo, Pilih Kamis Legi hingga Janji Sejahterakan Warga Solo

5 Fakta Gibran Daftar Pilkada Solo, Pilih Kamis Legi hingga Janji Sejahterakan Warga Solo

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X