Aher dan Deddy Mizwar Mengaku Tak Pernah Terima Uang dari Meikarta

Kompas.com - 20/03/2019, 21:33 WIB
Mantan Direktur Jendral Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Sumarsono, bersama Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wakik Gubernur Jabar Deddy Mizwar hadis sebagai saksi di sidang suap proyek perizinan pembangunan Meikarta. KOMPAS.com/AGIEPERMADIMantan Direktur Jendral Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Sumarsono, bersama Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wakik Gubernur Jabar Deddy Mizwar hadis sebagai saksi di sidang suap proyek perizinan pembangunan Meikarta.

BANDUNG, KOMPAS.com - Mantan Gubernur Ahmad Heryawan bersama dengan mantan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar dan mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Sumarsono hadir menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus suap proyek perizinan pembangunan Meikarta yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Kota Bandung, Rabu (20/3/2019). 

Dalam persidangan, ketiganya mengaku tidak pernah menerima sepeser pun uang dari proyek Meikarta tersebut.

Awalnya, Majelis Hakim bertanya kepada mantan Dirjen Otda Sumarsono apakah dirinya pernah menerima uang dari Meikarta. Sumarsono langsung menjawab bahwa dirinya tidak pernah menerima uang sepeser pun dari Meikarta.

“Saya tidak pernah terima uang satu sen pun, tidak sama sekali dari Meikarta,” tegas Sumarsono di Persidangan.

Baca juga: Dalam Sidang Meikarta, Aher Mengaku Pernah Bertemu dengan Neneng di Moskwa

Hakim kemudian bertanya kepada mantan Gubernur jabar Ahmad Heryawan yang duduk di samping Sumasono terkait ada tidaknya uang yang diterima dari kasus tersebut.

“Tidak yang mulia," jawab Aher --sapaan akrab Ahmad heryawan-- di persidangan.

“Uang atau apa pun,” tanya hakim menegaskan.

“Tidak yang mulia,” jawab Aher.

Senada dengan Aher, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar juga mengaku tidak pernah menerima pemberian apa pun dari Meikarta. “Tidak ada,” jawab Deddy.

Baca juga: Aher, Deddy, dan Soni Sumarsono Jadi Saksi Sidang Kasus Suap Meikarta

Ketiga mantan pejabat tertinggi ini menjadi saksi dalam kasus suap proyek perizinan pembangunan Meikarta dengan terdakwa Bupati Bekasi Nonaktif Neneng Hassanah Yassin dan ke empat terdakwa lainnya yang merupakan bawahan dari Neneng di Pemerintahan Bekasi.

Mereka didakwa menerima uang suap yang diduga diberikan oleh perwakilan Lippo Billy Sindoro dan tiga rekannya yang sudah divonis dalam perkara yang sama. Ada pun uang suap yang diterima para terdakwa ini dengan total sebesar Rp 10.830.000 dan SGD 90.000.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X