Mensos Sebut Beri Bantuan Rp 1 M Lebih untuk Korban Banjir Bandang Sentani

Kompas.com - 20/03/2019, 17:16 WIB
Foto : Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita saat berkunjung ke Maumere, Selasa (18/3/2019). Kompas. com, NANSIANUS TARISFoto : Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita saat berkunjung ke Maumere, Selasa (18/3/2019).

MAUMERE, KOMPAS.com-Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, Kementerian Sosial sudah memberikan bantuan kepada korban dan pengungsi bencana banjir di Kabupaten Sentani, Jayapura, Papua.

"Dalam dua hari ini, kami sudah mengirim bantuan senilai lebih dari Rp 1 miliar untuk bencana di Sentani. Bantuan itu dalam dua tahap. Tahap pertama Rp 750 juta dan tahap kedua Rp 670 juta. Kemudian juga santunan ahli waris yang merupakan tangggung jawab dari Kemensos juga akan disalurkan. Sekarang sedang menunggu proses verifikasi dari Pemerintah Kabupaten Sentani," jelas Agus saat menggelar jumpa pers di Maumere, Selasa (19/3/2019).

Baca juga: Bertambah, Korban Tewas Banjir Bandang Sentani Jayapura Jadi 100 Orang

Ia mengatakan, verifikasi ini sangat penting karena Kemensos harus mengetahui bahwa yang diberi bantuan santunan ahli waris itu adalah keluarga inti, ayah, ibu, atau anak. Di luar itu,  tidak bisa mendapat bantuan. 

"Jadi kami perlu menunggu data dari Pemkab Sentani. Semakin cepat mereka berikan data, semakin cepat juga kami berikan bantuan," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah sudah hadir di lokasi bencana pada hari pertama. Kepala BNPB sudah hadir di sana. Kemensos juga sudah mengerahkan sumber daya yang disebut dengan Tagana.

"Tagana sudah hari pertama di sana. Ada 80 personel Tagana untuk memberikan bantuan-bantuan. Karena memang dalam tanggap darurat, ada 8 cluster. Cluster pertama adalah tugas dari Kemensos yaitu memberikan perlindungan dan juga pelayanan terhadap masyarakat. Jadi kami sudah memobiliasi. Selain Tagana, tetapi juga bantuan-bantuan atau barang-barang yang menjadi kebutuhan para pengungsi bencana," terang Agus. 

Kompas TV Tak hanya memicu longsor, gempa bermagnitudo 5,8 yang menguncang Lombok juga menyebabkan kerusakan. Kementerian Sosial mencatat ada 4.400 rumah mengalami kerusakan. Hingga kini pemerintah terus melakukan pendataan jumlah rumah rusak akibat gempa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X