Tanggapan Bupati Pandeglang soal Mobil Dinas Rp 1,9 Miliar yang Jadi Polemik

Kompas.com - 20/03/2019, 15:58 WIB
Bupati Pandeglang Irna Narulita saat ditemui di Pendopo Kabupaten Pandeglang, Rabu (6/3/2019) KOMPAS.com/ACEP NAZMUDINBupati Pandeglang Irna Narulita saat ditemui di Pendopo Kabupaten Pandeglang, Rabu (6/3/2019)


PANDEGLANG, KOMPAS.com - Mobil dinas baru Bupati Pandeglang Irna Narulitas jenis Toyota Land Cruiser Pardo senilai Rp 1,9 miliar menjadi polemik. 

Dibelinya mobil dinas baru tersebut dinilai terlalu mahal untuk ukuran Kabupaten Pandeglang yang saat ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 205 miliar pada 2018.

Bupati Irna yang menanggapi pembelian mobil tersebut menyebut bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk kebutuhan operasional.

"Saya sampaikan semua kebutuhan operasional, dari rakyat untuk rakyat, dari peraturan Permendagri juga ada diperbolehkan, bukan berarti karena kebutuhan saya, lalu saya menuntut, tidak," kata Irna, saat dihubungi, Rabu (20/3/2019).

Baca juga: Fakta Pengadaan Mobil Dinas DPRD Malang, Dianggarkan Rp 5,8 Miliar hingga Pemkot Malang Angkat Tangan

Irna mengatakan, pembelian mobil tersebut terlalu dibesar-besarkan. Padahal, selama dua tahun menjabat sebagai Bupati Pandeglang, dirinya menggunakan mobil pribadi untuk kebutuhan operasional.

"Saya dua tahun menjabat bupati, baru tahun ketiga (beli), dua tahun saya tidak pakai mobil dinas, enggak masalah buat saya. Enggak perlu, karena saya bisa pakai mobil pribadi," ujar dia.

Bupati perempuan pertama di Pandeglang ini mengatakan, mobil dinas ini dibutuhkan bukan untuk keperluan dirinya turun ke lapangan saja, namun juga akan dipakai jika ada tamu penting lain saat datang ke Pandeglang.

Selama ini, kata dia, jika ada tamu yang berkunjung ke Pandeglang menggunakan mobil sewaan, seperti Alphard, di mana biaya perharinya mencapai Rp 1,5 juta rupiah, dan setelah dihitung lebih besar bujetnya.

"Randis (kendaraan dinas) itu bukan sesuatu yang menyalahi aturan, tapi saya tidak mau membela diri, kalau rakyat tidak setuju, saya kembalikan, saya bisa pakai mobil pribadi, tapi jangan digoreng terus untuk hal-hal yang bisa membawa Pandeglang ini tidak kondusif," kata dia.

Namun, dirinya mengaku heran soal harga mobil dinas yang banyak disebut mencapai Rp 1,9 miliar. Padahal, sepengatahuan dirinya tidak sampai semahal itu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.