Tim DVI Kesulitan Identifikasi Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Kompas.com - 20/03/2019, 15:25 WIB
Anjing pelacak polisi saat melakukan pencarian terhadap para korban banjir bandang Jayapura. Dok. Istimewa Anjing pelacak polisi saat melakukan pencarian terhadap para korban banjir bandang Jayapura.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Sejauh ini Sudah ada kurang lebih 100 jenazah ditemukan di lokasi banjir bandang yang terjadi di wilayah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Dalam rilis Bidang Humas Polda Papua, Selasa (19/3/2019), sebanyak 33 orang telah berhasil di indentifikasi dan 31 diantaranya telah diserahkan ke pihak keluarga. Sedangkan sisa jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.

Sementara rilis Kodam XVII/Cendrawasih pada Rabu (20/3/2019) menyatakan hasil pertemuan Forkompinda Papua. 

Acara tersebut dihadiri Gubernur Papua Lukas Enembe, Pangdam XVIII, Kapolda Papua serta sejumlah tokoh adat dan tokoh agama. 


Baca juga: 5 Fakta Bencana Alam di Jayapura, Korban Jiwa 104 Orang hingga 9.691 Orang Mengungsi

Acara tersebut membahas berbagai persoalan tentang penanggulangan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten dan Kota Jayapura yang memakan korban Meninggal Dunia (MD) hingga ratusan jiwa.

Salah satu yang menonjol dalam rapat tersebut adalah adanya desakan terutama dari tokoh agama yang disampaikan oleh Dorman Wanikbo (Persiden GIDI) agar pemakaman massal terhadap jenazah korban MD segera dilaksanakan.

Menanggapi desakan tersebut Kapolda Papua Irjen Pol. Martuani Sormin Siregar menyampaikan bahwa pelaksanaan pemakaman massal masih perlu berbagai pertimbangan dan prosedur yang harus dipenuhi.

“Beri kesempatan kepada Tim DVI kami dalam melaksanakan tugasnya untuk mengidentifikasi jenazah. Proses identifikasi jenazah saat ini masih berlangsung,” kata Martuani Sormin.

Baca juga: PDAM Terjunkan Armada Air Bersih untuk Korban Banjir Bandang Jayapura

Sebab menurut Sormin, seluruh pihak penting mempertimbangkan berbagai hal antara lain tentang ahli waris, apalagi masa tanggap darurat belum selesai.

“Tim DVI akan berusaha keras mengidentifikasi korban agar dapat menjamin ahli waris akan mendapatkan haknya sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. Apalagi bila ada yang kemudian menuntut ahli waris, maka Polda Papua yang akan di tuntut,” ujarnya.

Sementara itu Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menyampaikan bahwa urusan percepatan pelaksanaan pemakaman massal bukan suatu esensi yang harus dikejar-kejar, masih banyak persoalan lain yang jauh lebih penting yang harus dikerjakan.

“Di antaranya pencarian dan evakuasi korban, pelayanan pengungsi, relokasi pengungsi setelah masa tanggap darurat selesai dan lain-lain yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial, normalisasi infrastruktur khususnya jalan utama kabupaten yang sangat vital dalam lalulintas warga. Hal-hal itulah yang harusnya dipikirkan oleh Pemda dan tokoh Adat serta tokoh Agama,” ujarnya.

Baca juga: 40 Korban Meninggal akibat Banjir Bandang di Jayapura Akan Dimakamkan Massal

Menurut Pangdam, hal lain yang menjadi faktor kesulitan tim DVI dalam melaksanakan identifikasi adalah bahwa sebagian besar korban khususnya warga orang asli Papua (OAP) yang tidak tercatat dalam data kependudukan pemerintah, tidak ada data sidik jari.

“Terutama korban yang ditemukan di lereng gunung Cycloop di areal pemukiman yang selama ini tidak terdata dalam pemerintahan dan mayoritas adalah warga OAP,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Empat Murid SMPN di Sleman yang Hanyut Saat Sisir Sungai Ditemukan Meninggal

Empat Murid SMPN di Sleman yang Hanyut Saat Sisir Sungai Ditemukan Meninggal

Regional
Polres Jember Cari Penyebar Hoaks Penculikan Anak yang Bikin Resah

Polres Jember Cari Penyebar Hoaks Penculikan Anak yang Bikin Resah

Regional
Kronologi Ratusan Siswa SMP di Sleman Terseret Arus Saat Susur Sungai

Kronologi Ratusan Siswa SMP di Sleman Terseret Arus Saat Susur Sungai

Regional
Dugaan Korupsi Pembangunan Laboratorium Kesehatan, 1 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Dugaan Korupsi Pembangunan Laboratorium Kesehatan, 1 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Sedang Angkat Barang, Senjata Personel TNI Dirampas Warga Puncak Jaya

Sedang Angkat Barang, Senjata Personel TNI Dirampas Warga Puncak Jaya

Regional
Berupaya Kabur, Bandar Sabu di Timika Ditembak Polisi

Berupaya Kabur, Bandar Sabu di Timika Ditembak Polisi

Regional
Kronologi Warga di NTT Tersambar Petir, Bermula Ingin Berteduh hingga 2 Orang Tewas Ditempat

Kronologi Warga di NTT Tersambar Petir, Bermula Ingin Berteduh hingga 2 Orang Tewas Ditempat

Regional
Ratusan Siswa SMP di Sleman Hanyut Saat Susur Sungai, Tak Tahu di Hulu Hujan Deras

Ratusan Siswa SMP di Sleman Hanyut Saat Susur Sungai, Tak Tahu di Hulu Hujan Deras

Regional
Bawaslu Babel Temukan 13 Calon PPK Terindikasi Terlibat Partai Politik

Bawaslu Babel Temukan 13 Calon PPK Terindikasi Terlibat Partai Politik

Regional
Pembakar Rumah Penyalur TKW di Dompu Dikenakan Pasal Berlapis

Pembakar Rumah Penyalur TKW di Dompu Dikenakan Pasal Berlapis

Regional
Susur Sungai, Ratusan Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus Banjir

Susur Sungai, Ratusan Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus Banjir

Regional
Masuk Tahapan Verifikasi, KPU Mojokerto Belum Terima Berkas Dukungan dari Calon Independen

Masuk Tahapan Verifikasi, KPU Mojokerto Belum Terima Berkas Dukungan dari Calon Independen

Regional
Curi Uang Rp 11 Juta, ART Rekayasa Perampokan dan Penyekapan Bayi 10 Bulan

Curi Uang Rp 11 Juta, ART Rekayasa Perampokan dan Penyekapan Bayi 10 Bulan

Regional
Kasus Dugaan Korupsi Asrama Haji di Jambi, Negara Rugi Rp 11 Miliar hingga 90 Tv Raib

Kasus Dugaan Korupsi Asrama Haji di Jambi, Negara Rugi Rp 11 Miliar hingga 90 Tv Raib

Regional
Pilkada di NTT, Tiga Calon Perseorangan Sudah Kirim Syarat Dukungan

Pilkada di NTT, Tiga Calon Perseorangan Sudah Kirim Syarat Dukungan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X