Kompas.com - 20/03/2019, 14:51 WIB
Junaedi (40) terpaksa ditandu saat akan dibawa ke Puskesmas Cikeusik, Kabupaten Pandeglang lantaran akses jalan rusak, Selasa (20/3/2019) Kiriman Whatsapp JumhadiJunaedi (40) terpaksa ditandu saat akan dibawa ke Puskesmas Cikeusik, Kabupaten Pandeglang lantaran akses jalan rusak, Selasa (20/3/2019)

PANDEGLANG, KOMPAS.com — Peristiwa warga sakit ditandu di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, kembali terjadi. Kali ini adalah Juanedi (40), warga Kampung Leuwi Buled, Desa Leuwi Balang, Kecamatan Cikeusik.

Peristiwa ditandunya Junaedi terjadi pada Selasa (19/3/2019). Ponakan Junaedi, Jumhadi, mengatakan pamannya hendak dibawa ke puskesmas lantaran penyakitnya kambuh.

"Paman saya punya penyakit maag kronis, kambuh lagi, terpaksa kami bawa ke Puskesmas Cikeusik dengan ditandu," kata Jumhadi saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (20/3/2019).

Junaedi terpaksa ditandu ke Puskesmas Cikeusik oleh keluarga dan tetangga lantaran akses jalan rusak parah sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Baca juga: Korban Banjir Bandang Ditandu Sejauh 22 Km Lewati Belasan Titik Longsor untuk Sampai Puskesmas

Namun, saat itu Junaedi tidak sampai dibawa ke Puskesmas Cikeusik lantaran ada kerabat yang membawa mobil untuk kemudian dibawa ke rumah orangtuanya di Kecamatan Munjul.

"Jarak dari rumah ke puskesmas enam kilometer. Setelah empat kilometer ditandu, ada keluarga yang datang bawa mobil akhirnya dibawa ke Munjul," kata dia.

Sebelumnya, warga Pandeglang, Tolib (67), juga terpaksa ditandu saat akan dibawa ke Puskesmas Sindangresmi lantaran jalan rusak.

Bupati Pandeglang Irna Narulita juga sudah menganggapi persoalan warga ditandu saat akan dibawa ke puskesmas. Menurut Irna, hal tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang berjalan baik.

Baca juga: Setelah Video Pasien Ditandu Viral, Jalan Puskesmas Sindangresmi Pandeglang Diperbaiki

"Itu saya sebut sebagai ambulans desa, ambulans kampung, jangan dilihat ditandunya, jangan lihat jalan rusaknya, tapi partisipasi masyarakatnya," kata Irna kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Pandeglang, beberapa waktu lalu.

Sementara terkait jalan rusak di sejumlah kecamatan di Pandeglang, Irna menyebut sudah dibahas pada akhir tahun lalu. Saat ini, kata dia, sudah masuk tahap lelang dan akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat.

Baca juga: Video Pasien Ditandu ke Puskesmas Viral, Ini Penjelasan Bupati Pandeglang

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.