PDAM Terjunkan Armada Air Bersih untuk Korban Banjir Bandang Jayapura

Kompas.com - 20/03/2019, 14:44 WIB
Ilustrasi PDAMKOMPAS.com / ABDUL HAQ Ilustrasi PDAM

JAYAPURA, KOMPAS.com —  Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, mengakibatkan pipa induk Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) di daerah tersebut rusak parah.

Hal itu kemudian mengakibatkan masyarakat, khususnya di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, yang menjadi pelanggan PDAM kesulitan mendapatkan air bersih.

Agar 9.691 pengungsi yang tersebar di posko pengungsian mendapatkan air bersih, PDAM menerjunkan dua mobil tangki dengan kapasitas 5.000 liter untuk menyuplai air bersih kurang lebih 40.000 liter setiap harinya.

Direktur Umum PDAM Jayapura Entis Sutisna mengatakan sebanyak dua mobil tangki air saat ini membantu menyuplai air bersih untuk para korban yang mengungsi di posko-posko.


Baca juga: 40 Korban Meninggal akibat Banjir Bandang di Jayapura Akan Dimakamkan Massal

“Kami ambil air bersih dari Kota Jayapura dan suplai ke para korban yang mengungsi. Sebab, kondisi pipa air bersih kami pascabanjir rusak parah,” kata Entis ketika dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (20/3/2019).

Entis menegaskan, kondisi di lokasi banjir bandang sangat sulit mendapatkan air bersih. Apalagi pipa induk di Pos 7, Kota Sentani, yang dekat dengan lereng Cycloop rusak parah.

“Tidak hanya pipa induk kami, tetapi pipa-pipa transmisi rusak parah. Rencananya ke depan kami akan membangun lokasi pipa induk yang baru. Itu sudah kami bicarakan dengan pemerintah pusat agar masyarakat di Kota Sentani kembali mendapatkan air bersih yang layak pakai,” ujarnya.

Baca juga: Update Korban Banjir Bandang Jayapura: 104 Meninggal Dunia, 79 Hilang

Entis menambahkan, pihaknya juga akan mendapatkan satu mobil tangki baru untuk membantu para pengungsi mendapatkan air bersih.

“Besok dengan menggunakan pesawat Hercules, kami kedatangan mobil air tangki baru untuk membantu masyarakat mendapatkan air bersih,” katanya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X