Ketua PAN Jawa Tengah Disebut dalam Kasus Suap Taufik Kurniawan

Kompas.com - 20/03/2019, 14:27 WIB
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan (51) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/3/2019) siang. KOMPAS.com/NAZAR NURDINWakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan (51) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/3/2019) siang.


SEMARANG, KOMPAS.com - Ketua DPW Partai Amanat Nasional ( PAN) Jawa Tengah Wahyu Kristianto disebut dalam sidang kasus suap Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan.

Wahyu disebut membantu proses penerimaan uang suap dari Kabupaten Purbalingga.

"Posisinya masih sebagai saksi," kata Jaksa KPK Eva Yustisiana, seusai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (20/3/2019).

Baca juga: Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan Didakwa Terima Suap Rp 4,8 Miliar

Dalam dakwaannya, jaksa KPK mendakwa Taufik menerima suap hingga Rp 4,8 miliar dari fee kepengurusan alokasi dana alokasi khusus untuk Kabupaten Kebumen dan Purbalingga.

Rinciannya, uang Rp 3,6 miliar dari Kebumen dan Rp 1,2 miliar dari Purbalingga.

Jaksa mengatakan, Taufik selalu wakil DPR RI menawarkan dana alokasi khusus untuk Purbalingga di tahun 2017.

Taufik bersama Wahyu kemudian bertemu Bupati Purbalingga kala itu, Tasdi, di Pendopo Bupati pada 18 Maret 2017.

Dalam pertemuan itu, Taufik menjanjikan membantu DAK namun dengan imbalan fee 5 persen. Tasdi setuju.

"Setelah itu, terdakwa (Taufik) minta Banggar dan komisi XI untuk menambahkan DAK Purbalingga sebesar 40 miliar untuk anggaran Perubahan 2017," tambah Eva.

Setelah cair, uang fee sebesar 5 persen atau Rp 1,2 miliar kemudian diserahkan di rumah Wahyu di Wanareja. Uang itu kemudian dibagi dua, yaitu Rp 600 juta untuk Haris Fikri dan Rp 600 juta untuk Wahyu.

Jaksa KPK menjanjikan akan mendatangkan saksi-saksi yang disebut ke dalam dakwaan untuk dimintai keterangan dalam kasus ini.

"Akan dimintai keterangan. Ikuti saja persidangan selanjutnya," katanya.

Sidang untuk Taufik akan digelar kembali pada Rabu (27/3/2019) dengan agenda pemeriksaan saksi. Rencananya, ada 5-7 orang yang dihadirkan dalam pemeriksaan saksi. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Regional
Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Regional
15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

Regional
Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Regional
Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Regional
Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Regional
Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Regional
Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Regional
Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Regional
Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Regional
25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

Regional
Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Regional
Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Regional
Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Regional
Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X