Seluruh Produk Harus Berlisensi Halal pada 2019

Kompas.com - 20/03/2019, 11:08 WIB
Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lukmanul Hakim, didampingi Irwan Hidayat, saat berkunjung ke pabrik jamu dan farmasi Sido Muncul, di Kabupaten Semarang, Selasa (19/3/2019). KOMPAS.com/NAZAR NURDINDirektur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lukmanul Hakim, didampingi Irwan Hidayat, saat berkunjung ke pabrik jamu dan farmasi Sido Muncul, di Kabupaten Semarang, Selasa (19/3/2019).

SEMARANG, KOMPAS.com — Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Lukmanul Hakim menegaskan, semua produk yang beredar di Indonesia harus mempunyai sertifikat halal mulai 2019 ini.

Sebelum 2019, sertifikat halal masih bersifat kesukarelaan. Namun, setelah terbitnya Undang-Undang Jaminan Produk Halal, semua produk harus punya lisensi halal.

"Sesuai UU Jaminan Produk Halal, tahun 2019 ini mulai pemberlakuan mandatori halal. Semua produk yang masuk harus berlisensi halal," kata Lukman di sela-sela kunjungan ke pabrik jamu Sido Muncul di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (19/3/2019).

Baca juga: Bahan Baku Cat Berpotensi Mengandung Babi, MUI Keluarkan Sertifikasi Halal

Lukman mengatakan, lisensi halal bermanfaat, baik bagi konsumen maupun produsen. Produk yang berlisensi halal akan membuat konsumen lebih percaya.

Selain itu, lisensi halal juga membuat produk mempunyai daya saing lebih dibanding produk yang belum berlisensi.

"Halal jadi kompetitif dan branding pada produk," katanya.

Lukman menjelaskan, MUI telah menjalin kerja sama dengan lembaga terkait di negara-negara di dunia dalam bilang sertifikasi produk halal, dalam hal ini Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO).

Melalui kerja sama itu, produk-produk yang telah diaudit dan disertifikasi oleh MUI di Indonesia akan secara otomatis bebas masuk pasar di negara-negara organisasi kerja sama Islam (OKI).

Sementara terkait kunjungannya ke pabrik jamu, Lukman menyatakan kebanggaannya karena produk kearifan lokal dikemas secara modern dan mempunyai lisensi halal.

Menurut dia, produk-produk yang berbasis kearifan lokal harus didukung untuk bersaing di pasar internasional, salah satunya melalui perlindungan.

"Saya hadir untuk memberi support. Saya jujur terkesima melihat produk kearifan lokal yang dikemas modern. Standar juga sudah internasional," katanya.

"Ini juga didukung riset dan development, laboratorium kualitas kontrol itu 24 jam. Ini jadi bukti produk tradisional tidak diproduksi main-main, tapi secara serius dengan teknologi," ujarnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Regional
Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X