Ratusan Hiu yang Mati Mendadak Diklaim Tak Ganggu Aktivitas Pariwisata di Karimunjawa

Kompas.com - 20/03/2019, 10:44 WIB
Anak-anak ikan hiu di kolam penangkaran yang terletak di Pulau Menjangan Besar, Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). KOMPAS.com/Wahyu Adityo ProdjoAnak-anak ikan hiu di kolam penangkaran yang terletak di Pulau Menjangan Besar, Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015).

SEMARANG, KOMPAS.com – Matinya ratusan ekor ikan hiu di penangkaran ikan di Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah, secara mendadak, diklaim tidak akan mengganggu kegiatan pariwisata di Karimunjawa.

Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNKj) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Prabowo menjelaskan, aktivitas wisata "berenang bareng hiu" di penangkaran itu telah ditutup untuk umum sejak Juni 2018 lalu. Pengelola tidak diperkenankan lagi membuka kolam penangkaran untuk wisata.

“Pada 8 Juni 2018, BTNKj memerintahkan agar menghentikan kegiatan wisata alam di lokasi tersebut. BTNKj telah berkoordinasi dengan Bupati Jepara, serta pemilik penangkaran juga menegaskan kembali kebijakan penghentian kegiatan wisata hiu,” ujar Agus, melalui keterangan resminya, Rabu (20/3/2019).

Baca juga: 110 Hiu di Penangkaran Karimunjawa Mati Mendadak


Dijelaskan Agus, keberadaan kolam penangkaran yang dijadikan lokasi wisata semula diperuntukkan untuk budidaya ikan kerapu, badong dan lainnya. Selain itu, pemilik juga memelihara beberapa hiu di lokasi yang sama.

Menurut Agus, ada dua jenis yang dipelihara yaitu hiu karang hitam (carcharinus melanopterus) dan hiu karang putih (triaenodon obesus). Kedua hiu jenis tersebut tidak termasuk ikan yang dilindungi.

“Keramba ikan dipugar menjadi kolam pemeliharaan sekaligus kegiatan wisata tidak dilengkapi perizinan sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Baca juga: Pemilik Penangkaran Laporkan soal Ratusan Hiu Mati Mendadak ke Polisi

Agus menjelaskan, penutupan kolam yang menjadi kegiatan wisata salah satunya karena ada salah satu wisatawan asal Yogyakarta digigit hiu saat berenang di kolam itu pada 13 Maret 2016.

Terkait matinya hiu, Taman Nasional Karimunjawa telah mengecek ke lokasi. Pihak balai memastikan kasus kematian hiu akan ditangani secara serius dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

“Perhatian masyarakat terhadap kematian hiu merupakan reaksi positif yang menunjukkan terhadap Taman Nasional Karimunjawa. Saat ini kejadian sedang ditangani dengan melibatkan pihak terkait,” ujarnya.

Sebelumnya, pemilik penangkaran hiu, Cun Ming mengaku 110 ekor ikan hiu dan puluhan ikan jenis lainnya di penangkaran ikannya mati mendadak. Ikan yang mati ditemukan penjaga kolam pada 7 Maret 2019, pkul 04.00 WIB pagi.

Penjaga kolam menemukan ratusan ikan sudah mengambang di kolam.

“Kejadiannya pas hari besar (tanggal merah). Dua kolam yang isinya hiu indukan. Semua yang ada di kolam itu mati semuanya,” kata Cun Ming, Selasa (19/3/2019).

Cun Ming mengatakan, matinya ratusan hiu itu baru pertama kali terjadi. Selama 50 tahun menangkar ikan hiu di Karimunjawa, tidak pernah sekalipun hiu mati. Dia tak habis pikir mengapa ikan hiunya mati, apalagi jumlahnya mencapai ratusan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X