Sawah yang Terendam Banjir di Magetan Akan Dapat Klaim Asuransi

Kompas.com - 20/03/2019, 07:15 WIB
Petani Desa Jajar memanen padi mereka pasca diterjang banjir luapan Sungai Madiun. Petani mengaku merugi karena hasil panen mereka dibeli dengan harga murah oleh pedagang dengan alasan kualitas padi yang menurun.KOMPAS.com/SUKOCO Petani Desa Jajar memanen padi mereka pasca diterjang banjir luapan Sungai Madiun. Petani mengaku merugi karena hasil panen mereka dibeli dengan harga murah oleh pedagang dengan alasan kualitas padi yang menurun.

MAGETAN, KOMPAS.com - Pemilik lahan sawah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang sawahnya terendam banjir pekan lalu akan mendapatkan klaim asuransi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan TPHPKP Kabupaten Magetan Edi Suseno mengatakan, saat ini perusahaan asuransi masih menghitung luas lahan pertanian di tiga desa yang terendam banjir.

“Perusahaan asuransi sedang menghitung kerusakan, dari 160 itu yang mengalami kerusakan berapa, itu yang akan ditentukan mendapat klaim,” ujarnya Selasa (19/3/2019).

Baca juga: Ratusan Hektar Lahan Terendam Banjir, Petani Magetan Merugi

Edi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Magetan telah mengikut sertakan asuransi lahan persawahan warga yang rentan terdampak banjir sejak tiga tahun lalu. Luasan lahan pertanian di tiga desa yang telah mengikuti program asuransi seluas 300 hektar. 

Premi 80 persen dibantu pemerintah, sementara 20 persen dibayar oleh pemilik sawah.

Baca juga: 500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

Upaya pemerintah Kabupaten Magetan mengikutsertakan ratusan lahan sawah dilakukan untuk meminimalisir kerugian petani, mengingat hampir setiap tahun sejumlah lahan di bantaran Sungai Madiun terdampak banjir.

“Klaim yang cair tidak menutup kerugian seluruhnya, paling tidak petani bisa beli benih lagi, beli pupuk dan nggarap lagi,” ucap Edi.

Sebelumnya diberitakan, banjir akibat meluapnya Sungai Madiun merendam lahan persawahan di tiga desa di Kabupaten Magetan pada Selasa (5/3/2019). Banjir juga mengakibatkan rumah tinggal milik 400 kepala keluarga di Desa Jajar dan Desa Ngelang terendam.



Close Ads X