Empat Fakta Prabowo Kunjungi Pandeglang, Helikopter Dilarang Mendarat hingga Alasan Bupati Irna

Kompas.com - 19/03/2019, 18:17 WIB
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik di hadapan pendukungnya di Jambi, Kamis (14/3/2019). Dalam kunjungan bertajuk Prabowo Menyapa Masyarakat Provinsi Jambi yang dihadiri ribuan pendukung tersebut, Prabowo menyoroti sejumlah persoalan diantaranya soal tarif listrik, sembako dan harga jual hasil perkebunan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/ama.ANTARA FOTO/WAHDI SEPTIAWAN Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik di hadapan pendukungnya di Jambi, Kamis (14/3/2019). Dalam kunjungan bertajuk Prabowo Menyapa Masyarakat Provinsi Jambi yang dihadiri ribuan pendukung tersebut, Prabowo menyoroti sejumlah persoalan diantaranya soal tarif listrik, sembako dan harga jual hasil perkebunan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/ama.

KOMPAS.com - Saat berkunjung di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Sabtu (16/3/2019), helikopter milik calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dilarang mendarat di Alun-alun Pandeglang.

Setelah ditelusuri, orang yang melarang helikopter milik mantan Danjen Kopassus tersebut adalah Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Akibatnya, Prabowo Subianto dan rombongannya terpaksa menempuh jalur darat dari Kota Serang ke Pandeglang.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Helikopter Prabowo dilarang mendarat

Ilustrasi helikopterAdrian Pingstone/public domain Ilustrasi helikopter

Wakil Ketua DPRD Pandeglang dari Fraksi Gerindra Erin Febriana Ansori menjelaskan, izin mendarat di alun-alun Pandeglang tidak diberikan oleh Bupati Pandeglang, Irna Narulita.

"Kami minta izin penggunaan alun-alun untuk mendarat helikopter Pak Prabowo, tapi tidak diizinkan dengan alasan tidak ingin ada kegiatan politik di sana," kata Erin kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (18/3/2019).

Padahal, kata dia, Prabowo tidak melakukan kegiatan politik di alun-alun, melainkan hanya numpang mendarat saja, untuk kemudian dibawa oleh mobil ke kediaman ulama Banten Abuya Murtadho di Kecamatan Cadasari, Pandeglang.

Akibatnya, Prabowo dan rombongannya menempuh jalur darat sejauh sekitar 20 kilometer dari Kota Serang ke Pandeglang.

Baca Juga: Cerita Helikopter Prabowo Tidak Diizinkan Bupati Mendarat di Alun-alun Pandeglang

2. Alasan Bupati Irna larang helikopter Prabowo mendarat

Bupati Pandeglang Irna Narulita (tengah) didampingi Kepala Kepolisian Resor Pandeglang Ajun Komisaris Besar Ary Satriyan, Komandan Kodim 0601/Pandeglang Letnan Kolonel Inf Ganiahardi, dan Ketua DPRD Pandeglang Gunawan menikmati hidangan di atas daun pisang di Alun-alun Pandeglang, Banten, Sabtu (31/12). Mereka bersama ratusan warga Pandeglang melakukan tradisi khas Pandeglang, yakni papahare atau membawa makanan untuk ditukar dan disantap bersama-sama.Kompas/Dwi Bayu Radius Bupati Pandeglang Irna Narulita (tengah) didampingi Kepala Kepolisian Resor Pandeglang Ajun Komisaris Besar Ary Satriyan, Komandan Kodim 0601/Pandeglang Letnan Kolonel Inf Ganiahardi, dan Ketua DPRD Pandeglang Gunawan menikmati hidangan di atas daun pisang di Alun-alun Pandeglang, Banten, Sabtu (31/12). Mereka bersama ratusan warga Pandeglang melakukan tradisi khas Pandeglang, yakni papahare atau membawa makanan untuk ditukar dan disantap bersama-sama.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, persoalan izin ini sudah selesai dan sudah dipahami oleh masing-masing pihak. Irna menyebut, izin pendaratan helikopter Prabowo tidak diberikan lantaran mengikuti amanat undang-undang.

"Sudah sesuai amanat undang-undang, dilanjutkan dengan edaran bupati pada Oktober 2018 lalu jika fasilitas negara dan tempat ibadah tidak boleh dipakai untuk kegiatan kampanye," kata Irna saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (18/3/2018).

Menurut Irna, soal aturan ini juga sudah disampaikan oleh dirinya kepada Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Banten Desmond J Mahesa, malam hari sebelum kunjungan Prabowo.

Page:


Terkini Lainnya

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

Nasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan
'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

"Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

Nasional
Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Megapolitan
Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Internasional
Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Megapolitan
KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

Nasional
4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

Megapolitan
[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

Internasional
Mengintip 'War Room' TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Mengintip "War Room" TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Nasional
Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Nasional

Close Ads X