6 Fakta 40 Wisatawan Terjebak di Air Terjun Tiu Kelep, Tiga Tewas hingga Wisata Air Terjun Ditutup

Kompas.com - 19/03/2019, 15:56 WIB
Proses evakuasi wisatawan korban longsor di air terjun Tiu Kelep, Senin (18/3/2019). Dok Humas Basarnas Kantor SAR MataramProses evakuasi wisatawan korban longsor di air terjun Tiu Kelep, Senin (18/3/2019).

KOMPAS.com - Gempa bermagnitudo 5,4 yang mengguncang Lombok, Minggu (17/3/2019) pukul 15.07 Wita, memicu longsor di air terjun Tiu Kelep, Senaru, Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. 

Longsoran di tempat wisata itu membuat 40 orang wisatawan terjebak dan tiga orang tewas. 

Kabag Humas dan Protokol Pemda KLU, Mujaddid Muhas menyebutkan, sebagian besar wisatawan terjebak berasal dari Malaysia. Proses evakuasi sempat terkendala hujan deras.

Selain itu, setelah menyusuri sungai dan lokasi sekitar air terjun, tim SAR gabungan pastikan tak ada wisatawan atau warga yang terjebak. 

Baca fakta lengkapnya berikut ini:

1. Longsor di air terjun Tiu Kelep karena gempa

Sejumlah tim SAR gabungan mengangkat jenazah wisatawan yang tertimpa longsoran batu saat terjadi gempa di air terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, NTB, Senin (18/3/2019). Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polisi dan ACT berhasil mengevakuasi jenazah wisatawan asal Malaysia yang tertimpa longsoran batu saat terjadi gempa bumi pada Minggu (17/3/2019).ANTARA FOTO/HUMAS BASARNAS Sejumlah tim SAR gabungan mengangkat jenazah wisatawan yang tertimpa longsoran batu saat terjadi gempa di air terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, NTB, Senin (18/3/2019). Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polisi dan ACT berhasil mengevakuasi jenazah wisatawan asal Malaysia yang tertimpa longsoran batu saat terjadi gempa bumi pada Minggu (17/3/2019).

Berdasar data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa dengan kekuatan magnitudo 5,8 yang dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,4 berpusat di darat pada 20 kilometer arah utara Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada kedalaman 19 kilometer, Minggu pukul 14.07 WIB.

Selang dua menit kemudian pada pukul 14.09 WIB terjadi gempa bumi susulan bermagnitudo 5,1 dan kedalaman 10 kilometer.

Lalu, dampak gempa telah menyebabkan 2 orang meninggal dunia, 44 orang luka-luka, 32 unit rumah roboh dan 499 unit rumah rusak sedang dan rusak ringan.

"Dua orang meninggal dunia adalah wisatawan asal Malaysia yang tertimpa material longsoran akibat adanya gempa di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Kabupaten Lombok Utara yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis tertulis.

Baca Juga: Dua Wisatawan Tewas Akibat Longsor Air Terjun Tiu Kelep Pasca-gempa Lombok

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi 6 Hari Positif Covid-19 dan Disebut Kasus Pertama di Indonesia

Bayi 6 Hari Positif Covid-19 dan Disebut Kasus Pertama di Indonesia

Regional
Di Jatim, Anak Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 Bebas Masuk SMA Negeri

Di Jatim, Anak Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 Bebas Masuk SMA Negeri

Regional
38 Warga Keracunan usai Santap Nasi Kuning di Acara Ulang Tahun

38 Warga Keracunan usai Santap Nasi Kuning di Acara Ulang Tahun

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ayah Setubuhi 2 Anaknya hingga Hamil | Polisi Ketakutan Dipeluk Keluarga Pasien Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Ayah Setubuhi 2 Anaknya hingga Hamil | Polisi Ketakutan Dipeluk Keluarga Pasien Covid-19

Regional
Usir Petugas Ber-APD yang Jemput PDP Kabur, Warga: Balik, di Sini Tak Ada Corona!

Usir Petugas Ber-APD yang Jemput PDP Kabur, Warga: Balik, di Sini Tak Ada Corona!

Regional
Bupati Wonogiri: Kami Sudah Zero Covid-19

Bupati Wonogiri: Kami Sudah Zero Covid-19

Regional
Saat Karya Imelda Adams Seniman Asal Cilegon Tampil di Akun Resmi Instagram

Saat Karya Imelda Adams Seniman Asal Cilegon Tampil di Akun Resmi Instagram

Regional
Dihantam Kereta dan Terseret 30 Meter, Honda Jazz Ringsek, Sopir Lecet-lecet

Dihantam Kereta dan Terseret 30 Meter, Honda Jazz Ringsek, Sopir Lecet-lecet

Regional
Tenaga Medis Covid-19 Diintimidasi hingga Trauma, Ganjar: Siapa yang Mengancam?

Tenaga Medis Covid-19 Diintimidasi hingga Trauma, Ganjar: Siapa yang Mengancam?

Regional
Buntut Rencana Diskusi CLS UGM, Penyelenggara dan Narasumber Mendapat Teror dan Ancaman Pembunuhan

Buntut Rencana Diskusi CLS UGM, Penyelenggara dan Narasumber Mendapat Teror dan Ancaman Pembunuhan

Regional
Diduga Unggah Gambar Mirip Logo PKI di Instagram, Seorang Pria di Jambi Ditangkap Polisi

Diduga Unggah Gambar Mirip Logo PKI di Instagram, Seorang Pria di Jambi Ditangkap Polisi

Regional
Detik-detik Honda Jazz Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Pengemudi Selamat meski Mobil Ringsek

Detik-detik Honda Jazz Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Pengemudi Selamat meski Mobil Ringsek

Regional
BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X