5 Fakta Bencana di Jayapura, Bayi Selamat Setelah 14 Jam Tertimbun Longsor hingga 82 Orang Tewas

Kompas.com - 19/03/2019, 13:03 WIB
Sejumlah warga berada di dekat helikopter yang bergeser dari tempatnya akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/wpa/ama. Gusti TanatiSejumlah warga berada di dekat helikopter yang bergeser dari tempatnya akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/wpa/ama.

4. Jumlah pengungsi mencapai 4.728 orang

Sutopo mengatakan, dari data sementara, sebanyak 4.728 jiwa mengungsi di enam titik pos penampungan. Jumlah pengungsi terbesar yaitu 1.450 jiwa yang terdapat di BTN Gajah Mada.

Kelima pos penampungan yang lain berlokasi di Posko Induk Gunung Merah yang menampung 1.273 jiwa, BTN Bintang Timur 600 jiwa, Sekolah HIS Sentani 400 jiwa, SIL Sentani 300 jiwa, dan Doyo Baru 203 jiwa.

Sebanyak 11.725 keluarga terdampak banjir bandang yang dipicu oleh hujan ekstrem yang berlangsung selama 7 jam tersebut.

"Upaya penanganan pemerintah daerah setempat telah dilakukan sejak hari pertama pascabanjir bandang," kata Sutopo.

"Terkait dengan korban hilang, 34 jiwa diidentifikasi di Kampung Milimik Sentani, 6 di kompleks Perumahan Inauli Advent, dan 3 di Doyo Baru," kata Sutopo melanjutkan.

Baca Juga: Bertambah Lagi, Korban Tewas Banjir Bandang Sentani Jayapura Jadi 70 Orang

5. Kisah Sarjan Urwan selamat dari longsor di Sentani

Bayi yang selamat dalam bencana banjir dan longsor di Sentani, Jayapura, Papua.KOMPAS.com Bayi yang selamat dalam bencana banjir dan longsor di Sentani, Jayapura, Papua.

Sarjan Urwan, bayi berusia lima bulan, ditemukan selamat setelah tertimbun longsor selama 14 jam, di kawasan SIL, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani.

Ayah korban, Listerius Urwan mengatakan, bayi laki-lakinya tersebut terkubur material lumpur sedalam lima meter. Beruntung ada satu papan di atasnya.

Papan tersebut menjadi penahan sehingga korban tidak langsung tertimbun dan masih terdapat rongga udara.

"Anak saya luar biasa dan saya sudah yakin anak ini sudah tidak ada lagi. Tetapi ini cara Tuhan yang luar biasa. Dia bertahan hidup satu hari satu malam. Saya berkomitmen untuk bagaimana caranya saya dapat saya punya anak, itu komitmen saya, kalau nyawa itu Tuhan punya," tuturnya.

Menurut dia, tepatnya pada Minggu siang sekitar pukul 11.00, jemaat Gidi Kalpari dan mahasiswa yang sedang berada tidak jauh dari rumahnya mendengar suara bayi menangis. 

"Berulang-ulang kami dengar dan betul itu anak saya, dia terlempar 10 meter dari rumah," katanya.

Baca Juga: Cerita Ayah yang Bayinya Tertimbun 14 Jam Pascabanjir Sentani Jayapura

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Merasa Kurang Enak Badan

Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Merasa Kurang Enak Badan

Regional
Sampah di Kabupaten Bogor Capai 2.900 Ton Per Hari Selama PSBB

Sampah di Kabupaten Bogor Capai 2.900 Ton Per Hari Selama PSBB

Regional
Bayi dengan Kepala Tertinggal di Rahim Lahir Prematur, Ibu Kelelahan Jalan Kaki

Bayi dengan Kepala Tertinggal di Rahim Lahir Prematur, Ibu Kelelahan Jalan Kaki

Regional
Detik-detik Wahab Diterkam Buaya, Perbaiki Jaringan Listrik, Alami Luka Robek di Pinggang

Detik-detik Wahab Diterkam Buaya, Perbaiki Jaringan Listrik, Alami Luka Robek di Pinggang

Regional
Viral Video 3 Wanita Joget TikTok di Zebra Cross, Dilakukan Setiap Lampu Merah Menyala

Viral Video 3 Wanita Joget TikTok di Zebra Cross, Dilakukan Setiap Lampu Merah Menyala

Regional
Gara-gara Tak Nyaman Kelola Dana BOS, 64 Kepala Sekolah di Riau Mundur, Ini Penjelasannya

Gara-gara Tak Nyaman Kelola Dana BOS, 64 Kepala Sekolah di Riau Mundur, Ini Penjelasannya

Regional
Klarifikasi Dosen Uncen Terkait Perempuan Tanpa Busana Saat Webinar: Itu Anak Saya

Klarifikasi Dosen Uncen Terkait Perempuan Tanpa Busana Saat Webinar: Itu Anak Saya

Regional
Pengemudi Ugal-ugalan yang Tabrak Polisi hingga Tewas Terancam 20 Tahun Penjara

Pengemudi Ugal-ugalan yang Tabrak Polisi hingga Tewas Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Fakta Wakil Gubernur Kaltim Positif Covid-19, Sempat Nge-Drum di Acara Musik dan Terima Banyak Tamu

Fakta Wakil Gubernur Kaltim Positif Covid-19, Sempat Nge-Drum di Acara Musik dan Terima Banyak Tamu

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tewas Ditabrak Pengemudi Mobil | Perempuan Siap Dinikahi Pembeli Rumahnya

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tewas Ditabrak Pengemudi Mobil | Perempuan Siap Dinikahi Pembeli Rumahnya

Regional
Video TikTok di Atas Meja Berujung Pencopotan, Pejabat Bondowoso Turun Pangkat Jadi Staf

Video TikTok di Atas Meja Berujung Pencopotan, Pejabat Bondowoso Turun Pangkat Jadi Staf

Regional
Kepala Bayi Tertinggal Dalam Rahim Saat Ibu Berusaha Melahirkan Sendirian

Kepala Bayi Tertinggal Dalam Rahim Saat Ibu Berusaha Melahirkan Sendirian

Regional
Takut Rapid Test, 24 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih Mundur

Takut Rapid Test, 24 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih Mundur

Regional
Pekerja Luar Daerah di Surabaya Wajib Tes Rutin Setiap 14 Hari

Pekerja Luar Daerah di Surabaya Wajib Tes Rutin Setiap 14 Hari

Regional
'Saya Menderita Dalam Hati Lihat Anak Saya Punya Tumor, Ingin Dia Lekas Sembuh'

"Saya Menderita Dalam Hati Lihat Anak Saya Punya Tumor, Ingin Dia Lekas Sembuh"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X