Ratusan Hiu yang Mati Mendadak di Karimunjawa Ditangkar Sejak Puluhan Tahun

Kompas.com - 19/03/2019, 12:29 WIB
Anak-anak ikan hiu di kolam penangkaran yang terletak di Pulau Menjangan Besar, Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). KOMPAS.com/Wahyu Adityo ProdjoAnak-anak ikan hiu di kolam penangkaran yang terletak di Pulau Menjangan Besar, Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015).

SEMARANG, KOMPAS.com – Pemilik Penangkaran Ikan Hiu Kencana di Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah, Cun Ming merasa sangat kehilangan dengan matinya ratusan ikan hiu peliharaannya di Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa.

Ditangkar selama puluhan, dalam sekejap, ratusan hiu yang sudah besar ditemukan mati mendadak pada Kamis (7/3/2019) pukul 04.00 WIB.

Cun Ming mengatakan, selama hampir 50 tahun menangkarkan hiu, Baru kali ini ikan peliharannya mati secara mendadak.

“Bagi saya, ikan hiu tidak ada nilainya. Apalagi kalau sudah besar, lalu jinak,” ujar Cun Ming, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/3/2019).

Baca juga: 110 Hiu di Penangkaran Karimunjawa Mati Mendadak

Cun Ming telah menangkar ikan predator itu sejak 1960. Sejak muda, ia sudah menangkar ikan itu hingga berhasil berkembang biak. Ada lima kolam penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar, dua kolam diantaranya berisi hiu indukan.

Dikatakannya, 110 hiu yang mati merupakan hiu yang sudah besar, dan sebagian lainnya adalah hiu indukan. Jika hiu indukan sudah tidak ada lagi, butuh waktu lama untuk proses pembiakan lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sekarang induknya sudah tidak ada. yang ada hanya anak-anaknya yang masih kecil, di kolam terpisah. Hiu kecil masih ada karena ketika dikasih makan yang kecil tidak kebagian. Ini yang mati indukan yang sudah dirawat puluhan tahun,” katanya.

Kematian ratusan hiu itu, kata dia, selain merugikan dirinya juga merugikan aktivitas pariwisata di Karimunjawa. Tempat penangkaran hiu itu salah satunya menjadi tujuan wisatawan saat melancong ke pulau terluar di Jawa Tengah.

“Itu juga aset pariwisata di Karimunjawa, penangkaran itu satu-satunya di Karimunjawa, dan bahkan di Indonesia. Tempat kami juga dijadikan tempat penelitian dan sarana pendidikan dari berbagai pihak,” tambahnya.

Baca juga: Pemilik Penangkaran Laporkan soal Ratusan Hiu Mati Mendadak ke Polisi

Ratusan ikan hiu di penangkaran yang mati mendadak telah dimusnahkan dengan cara dibakar. Namun sebelum dibakar, Cun Ming dan pengelola mengambil sampel air dan daging hiu untuk diteliti di laboratorium ikan di Jepara.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.