15 Ekor Anjing Pelacak Diterjunkan Cari Korban Banjir Bandang di Jayapura

Kompas.com - 19/03/2019, 11:51 WIB
Sejumlah warga melihat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/wpa/ama.ANTARA FOTO/Gusti Tanati Sejumlah warga melihat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/wpa/ama.


JAYAPURA, KOMPAS.com – Sebanyak 15 ekor anjing pelacak diterjunkan untuk melakukan pencarian terhadap 75 orang yang dikabarkan hilang pasca-banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan, tim K-9 telah diterjunkan untuk melakukan pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan pasca-terjadinya banjir bandang.

Baca juga: Polisi: Korban Hilang di Banjir Bandang Jayapura Mencapai 131 Orang

“Untuk membantu proses pencarian keluarga korban, Polda Papua juga menurunkan tim K-9 (anjing pelacak) sebanyak 15 ekor yang terdiri dari 6 ekor dari Jakarta dan 9 ekor dari Polda Papua,” ungkap Kamal, Selasa (19/3/2019).

Kamal mengatakan, tim K-9 tersebut ditempatkan di titik-titik yang diperkirakan masih terdapat korban yang belum ditemukan.

Karena banyak material kayu dan lumpur, diharapkan dengan bantuan K-9 tersebut dapat mempercepat proses pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

Baca juga: Jumlah Korban Banjir Bandang di Jayapura Bertambah Jadi 92 Orang

Sementara untuk pencarian, Dit Polairud Polda Papua juga memperluas pencarian di bagian kiri Danau Sentani dengan menggunakan longboat milik Dit Pol Air Polda Papua.

“Selain melakukan pencarian terhadap korban jiwa, tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas dan masyarakat masih melakukan pembersihan di beberapa titik yang terdampak banjir bandang yakni Jalan Sosial, Kemiri dan Doyo Baru,” ujar dia.



Terkini Lainnya

Pasca-gempa Lombok, Pelaku Wisata Pendakian Gunung Rinjani Mulai Berbenah

Pasca-gempa Lombok, Pelaku Wisata Pendakian Gunung Rinjani Mulai Berbenah

Regional
Kecelakaan Maut di Tol Cipali, 12 Orang Tewas

Kecelakaan Maut di Tol Cipali, 12 Orang Tewas

Regional
Petani Ini Tanam Ganja di Ladangnya Untuk Obati Diabetes

Petani Ini Tanam Ganja di Ladangnya Untuk Obati Diabetes

Regional
8 Fakta Setya Novanto Lolos dari Pengawalan, Kepergok Pelesir Bersama Istri hingga Diingatkan Tidak Aneh-Aneh

8 Fakta Setya Novanto Lolos dari Pengawalan, Kepergok Pelesir Bersama Istri hingga Diingatkan Tidak Aneh-Aneh

Regional
Antar Pacar Pulang, Pria Ini Dipanah Orang Tak Dikenal

Antar Pacar Pulang, Pria Ini Dipanah Orang Tak Dikenal

Regional
Lelaki Ini Mengaku 19 Tahun Jalan Kaki dari Aceh hingga Papua

Lelaki Ini Mengaku 19 Tahun Jalan Kaki dari Aceh hingga Papua

Regional
KM Nusa Kenari yang Tenggelam Milik Pemda Alor dan Dikelola Kelompok Nelayan

KM Nusa Kenari yang Tenggelam Milik Pemda Alor dan Dikelola Kelompok Nelayan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Identitas Perempuan yang Pelesiran Bersama Setnov | Rutan di Lhoksukon Rusuh

[POPULER NUSANTARA] Identitas Perempuan yang Pelesiran Bersama Setnov | Rutan di Lhoksukon Rusuh

Regional
Sebelum Tenggelam, KM Nusa Kenari Sempat Mati Mesin

Sebelum Tenggelam, KM Nusa Kenari Sempat Mati Mesin

Regional
Razia di Timika, 7 Warga Ditangkap karena Bawa Alat Perang Tradisional

Razia di Timika, 7 Warga Ditangkap karena Bawa Alat Perang Tradisional

Regional
Mengenal Aplikasi Rapel, Solusi Milenial Mengelola dan Membuang Sampah

Mengenal Aplikasi Rapel, Solusi Milenial Mengelola dan Membuang Sampah

Regional
Melirik Pantai Pukan, Hasil Gotong Royong Warga dengan Biaya Masuk Sukarela

Melirik Pantai Pukan, Hasil Gotong Royong Warga dengan Biaya Masuk Sukarela

Regional
Identitas 5 Penumpang Kapal KM Nusa Kenari yang Hilang Tak Diketahui

Identitas 5 Penumpang Kapal KM Nusa Kenari yang Hilang Tak Diketahui

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Sumba Timur, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Sumba Timur, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Diduga Terpeleset, Dua Balita Tewas Tenggelam di Sungai Setu

Diduga Terpeleset, Dua Balita Tewas Tenggelam di Sungai Setu

Regional

Close Ads X