110 Hiu di Penangkaran Karimunjawa Mati Mendadak

Kompas.com - 19/03/2019, 10:17 WIB
Anak-anak ikan hiu di kolam penangkaran yang terletak di Pulau Menjangan Besar, Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). KOMPAS.com/Wahyu Adityo ProdjoAnak-anak ikan hiu di kolam penangkaran yang terletak di Pulau Menjangan Besar, Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015).

SEMARANG, KOMPAS.com — Sebanyak 110 ekor ikan hiu dan puluhan ikan jenis lainnya di penangkaran ikan di Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah, ditemukan mati mendadak.

Pemilik penangkaran, Cun Ming (81), menjelaskan, ratusan hiu itu ditemukan mati oleh penjaga kolam, dua pekan lalu atau Kamis (7/3/2019) sekitar pukul 04.00 WIB.

Penjaga kolam menemukan ratusan ikan sudah mengambang di kolam.

“Kejadiannya pas hari besar (tanggal merah). Dua kolam yang isinya hiu indukan, semua yang ada di kolam itu mati,” kata Cun Ming, Selasa (19/3/2019).


Baca juga: Hiu Tutul Terlihat di Teluk Jakarta

Cun Ming mengatakan, matinya ratusan ikan hiu baru pertama kali terjadi selama 50 tahun menangkarkan ikan di Karimunjawa. Dia heran mengapa hiu yang mati jumlahnya mencapai ratusan.

Cun Ming merinci, ikan yang mati di dua kolam itu meliputi110 ekor hiu, 20 ekor ikan kambing lebar, dan 10 ekor ikan tyger. Berat masing-masing ikan jenis itu mencapai 30 kilogram.

Terkait matinya ikan itu, Cun Ming mengatakan telah membawa kasus ini ke jalur hukum dengan melapor ke Polda Jawa Tengah pada 10 Maret untuk ditindaklanjuti lebih lanjut. 

Baca juga: Ada Dua Hiu Banteng di Kamar Hotel Bertarif Rp 1,4 Miliar Per Malam

Selain itu, pihaknya juga membawa sampel air di kolam serta ikan yang mati untuk dibawa ke laboratorium ikan di Jepara untuk diketahui penyebab kematiannya. Di laboratorium, kata Cun Ming, kepala laboratorium mengatakan bahwa tidak mungkin ada ikan hiu mati mendadak terserang penyakit, apalagi jumlahnya mencapai ratusan.

“Katanya ikan besar seperti hiu tidak mungkin mati mendadak. Itu bukan penyakit, ada orang yang tidak senang,” ujarnya.

Dalam catatan Kompas.com, Cun Ming yang bermukim di Semarang sudah lebih dari 50 tahun menangkarkan ikan hiu di Karimunjawa. Ikan hiu ditangkarkan hingga jinak dan bersahabat dengan manusia.

Cun Ming mendirikan penangkaran hiu yang ia beri nama Hiu Kencana. Bukan hal mudah menangkarkan ikan yang disebut predator tersebut. Penangkaran hiu di Karimunjawa juga menjadi satu-satunya yang ada di dunia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Regional
Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Regional
Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X