Bawaslu Jabar Ingatkan KPU soal Potensi Kekurangan Surat Suara

Kompas.com - 19/03/2019, 08:42 WIB
Ilustrasi proses penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2019. Dok. KPU JombangIlustrasi proses penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2019.

GARUT, KOMPAS.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, mengingatkan Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Jawa Barat, soal adanya potensi kekurangan surat suara dalam pelaksanaan Pemilu dan Pileg 2019 di Jawa Barat.

Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan menyampaikan, dari hasil pemantauan yang dilaksanakan Bawaslu Jabar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat sejak dimulainya pengadaan hingga distribusi surat suara hingga ter tanggal 18 Maret 2019, pihaknya menemukan ada potensi kekurangan surat suara dalam Pemilu dan Pilpres 2019 di Jawa Barat.

“Kami melihat ada potensi kekurangan surat suara di wilayah Jawa Barat untuk semua jenis surat suara mulai dari pemilihan presiden dan wakil hingga DPRD kabupaten/kota,” kata Abdullah, dalam jumpa pers di Hotel Harmoni, Cipanas Garut, Senin (18/3/2019) malam.

Baca juga: Bawaslu Jabar Putuskan Ridwan Kamil Tak Langgar Aturan Kampanye di Garut

Abdullah mengingatkan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Pasal 341 huruf b, KPU dalam melaksanakan pengadaan surat suara harus memperhatikan beberapa hal penting di antaranya tepat jumlah, tepat jenis, tepat sasaran, tepat waktu, tepat kualitas dan efisien.

Selain itu, menurut Abdullah, KPU juga harus memperhatikan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Pasal 350 Ayat 3 yang mengatur tentang jumlah surat suara yang harus dibagikan ke tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Aturannya sesuai undang-undang, jumlah surat suara di TPS adalah sama dengan jumlah DPT ditambah 2 persen dari DPT,” kata dia.

Melihat adanya potensi kekurangan surat suara yang kurang dalam Pemilu dan Pilpres 2019 di Jawa Barat, lanjut Abdullah, Bawaslu Jabar merekomendasikan KPU untuk sesegera mungkin melakukan langkah-langkah antisipatif dengan mengajukan kekurangan surat suara, agar dapat dipastikan pada saat pencoblosan nanti tidak ada kekurangan surat suara.

Di tempat yang sama, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jabar, Zaky Hilmi menyatakan, dari hasil pemantauan Bawaslu Jabar, pihaknya mencatat potensi kekurangan surat suara terbesar adalah pada surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden sebanyak 205.378 surat suara, diikuti surat suara untuk DPD sama dengan surat suara pemilihan presiden.

Sementara, kekurangan surat suara untuk pemilihan anggota DPR ada potensi kekurangan sebanyak 16.378 surat suara dan DPRD provinsi sebanyak 13.378.

Zaky menyampaikan, Bawaslu sendiri melihat jumlah kebutuhan surat suara harusnya dihitung berdasarkan jumlah DPT di TPS ditambah 2 persen. Sementara, dari hasil pemantauan Bawaslu di KPU kabupaten/Kota, kebanyakan menghitung kebutuhan surat suara dari DPT di daerah pemilihan di tambah 2 persen.

Baca juga: KPU Cianjur Temukan Ribuan Lembar Surat Suara Rusak saat Penyortiran

“Jadi pasti ada selisihnya, kami menghitung berdasarkan jumlah DPT di TPS, ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, Pasal 350, KPU menghitung dari DPT di Dapil,” kata dia.

Selain perbedaan penghitungan, Bawaslu juga melihat potensi kekurangan surat suara juga bisa terjadi akibat keterlambatan pengiriman, keterlambatan penggantian surat suara serta keterlambatan akibat proses sortir dan lipat surat suara di KPU kabupaten/kota.

“Kalau kerusakan surat suara, kami melihat kebanyakan terjadi pada saat proses pabrikasi, kalau kerusakan akibat proses sortir dan lipat itu kecil,” kata dia.

Lolly Suhenty, Koordinator Divisi Humas Bawaslu Jawa Barat di tempat yang sama juga menyampaikan, rekomendasi Bawaslu Jawa Barat terkait potensi kekurangan surat suara ini, akan diserahkan ke KPU Jawa Barat agar segera dapat ditindaklanjuti oleh KPU Jawa Barat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Regional
Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Regional
50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

Regional
Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: 'Tolong Jangan Cari Suami Saya'

Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: "Tolong Jangan Cari Suami Saya"

Regional
Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Regional
Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Regional
Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Regional
Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Regional
Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Regional
Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Regional
Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Regional
Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X