Masyarakat Jayapura Diminta Tak Percaya Isu Hoaks soal Banjir Susulan

Kompas.com - 18/03/2019, 19:53 WIB
Sejumlah warga melintasi sebuah mobil yang terbalik akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas. ANTARA FOTO/Gusti TanatiSejumlah warga melintasi sebuah mobil yang terbalik akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Banyak isu atau hoaks mengenai akan terjadinya banjir bandang susulan dan tsunami di sekitar wilayah Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, Provinsi Papua. Masyarakat diminta untuk tidak percaya akan isu tersebut.  

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG V Jayapura Suroto, Senin (18/3/2019). 

Ia menjelaskan dari hasil pemantauan satelit mereka, curah hujan memang masih turun di wilayah Kabupaten Jayapura dan sekitarnya. Akan tetapi hujan dengan kategori rendah atau rintik-rintik hingga tanggal 19 Maret 2019 mendatang.

“Dari hasil pemantauan kami dari satelit masih terlihat adanya jenis awan konvektif (cumulonimbus) yang dapat menyebabkan hujan terjadi dengan instensitas lebat. Namun curah hujan yang turun saat ini masih dalam kategori rendah dan diperkirakan hal itu terjadi hingga besok,” ungkap Suroto.


Baca juga: Ini Penyebab Lain Banjir Bandang di Sentani Jayapura, Selain Curah Hujan Tinggi

Akan tetapi, Suroto mengharapkan kepada masyarakat untuk tidak percaya isu hoaks atau berita bohong yang saat ini banyak berkembang di tengah-tengah masyarakat.

“Memang benar banyak isu hoaks yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Tadi saja ada yang mengatakan akan terjadi banjir susulan dan juga tsunami. Saya harapkan masyarakat harus bijak dalam menerima pesan yang diteruskan ke telepon selulernya,” katanya.

Suroto meminta agar masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa. Akan tetapi masyarakat terus berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya.

“Kami harapkan masyarakat untuk mendatangi situs lengkap kami di media sosial. Karena kami terus meng-update informasi terkini. Sehingga kita bisa mengetahui kondisi saat ini. Dan kalau bisa masyarakat juga tak ikut meneruskan pesan yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga kita memutus informasi yang bohong,” pesannya.

Baca juga: Cerita Ayah yang Bayinya Tertimbun 14 Jam Pascabanjir Sentani Jayapura

Larangan "selfie" di lokasi bencana

Senada dengan Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf M. Aidi meminta kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi atas informasi yang sesat. 

“Kita juga terus mengabarkan informasi melalui media sosial dan juga media elektronik seperti radio, sehingga kita bisa menangkal isu hoaks yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan masyarakat untuk tak berbondong-bondong datang ke lokasi banjir apabila hanya untuk berpose atau mengabadikan musibah yang dialami masyarakat.

“Kalau hanya mau foto mending tidak usah datang. Karena hal itu dapat mengganggu proses evakuasi yang dilakukan tim relawan dan juga gabungan Basarnas yang ada di lokasi kejadian. Lebih baik mari kita mendoakan agar para korban dapat pulih secepatnya,” katanya.

Baca juga: Korban Tewas Bencana Banjir Bandang dan Longsor Jayapura Jadi 82 Orang

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

Regional
Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Regional
TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Regional
Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X