Ini Penyebab Lain Banjir Bandang di Sentani Jayapura, Selain Curah Hujan Tinggi

Kompas.com - 18/03/2019, 19:37 WIB
Sejumlah warga melihat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/wpa/ama.ANTARA FOTO/Gusti Tanati Sejumlah warga melihat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/wpa/ama.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menjelaskan penyebab terjadinya bencana banjir bandang di wilayah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, akibat intensitas hujan yang sangat tinggi beberapa hari belakangan ini.

Akan tetapi, faktor lingkungan di cagar alam Cycloop yang sering diganggu dengan penebangan pohon secara ilegal, juga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.

Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG V Jayapura, Suroto menjelaskan, dari hasil pemantauan Geofisika Angka sebelum terjadinya banjir curah hujan sangat lebat hingga ketinggian air mencapai 248,5 mm per hari di wilayah cagar alam Cycloop.

Hal itu mengakibatkan terjadinya genangan air dan longsor di beberapa wilayah seperti Kota Jayapura dan banjir di wilayah Kabupaten Jayapura.


Baca juga: Cerita Ayah yang Bayinya Tertimbun 14 Jam Pascabanjir Sentani Jayapura

“Bayangkan saja curah hujan kalau sudah 100 mm itu sudah dikatakan ekstrim. Akan tetapi saat kejadian curah hujan mencapai 250 mm. Selain itu kita tahu kemiringan Cycloop mencapai 180 derajat. Sehingga air dipastikan akan mengalir dengan deras,” ungkap Suroto.

Disamping itu, Suroto menyampaikan, air danau juga meluap akibat tak dapat menampung debit air yang tinggi.

“Jadi kemarin itu, air danau meluap akibat air yang ditampung sangat tinggi. Sedangkan air yang keluar dari danau sedikit. Akibatnya danau tak dapat menampung air dan meluap,” ujarnya.

Pembalakan liar

Ia menegaskan, faktor lain yang menyebabkan banjir bandang adalah lingkungan di Cycloop, yang sering diganggu atau terjadinya pembalakan liar dan juga adanya aktivitas di lereng Cycloop.

“Banyak masyarakat tinggal di wilayah cagar alam ini. Bahkan mereka juga membuka kebun dan menebangi pohon. Kerusakan cagar alam dipastikan menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir bandang ini.

Baca juga: Korban Tewas Bencana Banjir Bandang dan Longsor Jayapura Jadi 82 Orang

Suroto berharap, kedepannya agar wilayah cagar alam tidak ada aktivitas masyarakat, khususnya berkebun dan menebang pohon sembarangan.

“Tadi Kepala BNPB Pusat telah menyampaikan, penyebab lain banjir ini adalah adanya pembalakan hutan secara liar. Tentu kita harapkan semua pihak dapat penertiban hal ini, agar tak lagi terjadi musibah seperti ini,” lugasnya.

Ia menambahkan sampai pada tanggal 19 Maret 2019, perkiraan cuaca di wilayah Kabupaten Jayapura dan sekitarnya masih turun hujan dengan aktivitas curah hujan rintik-rintik.

“Masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa. Namun kami harapkan agar selalu waspada dengan kondisi cuaca yang masih terpantau turun hujan, dengan intensitas rendah,” pungkasnya.

Baca juga: Diungkap, 3 Penyebab Banjir Bandang di Sentani Jayapura

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X