Pemuda yang Bacok Ibu Kandung di Manggarai Timur Sempat Diikat Warga

Kompas.com - 18/03/2019, 16:45 WIB
Ilustrasi iStockphotoIlustrasi


KUPANG, KOMPAS.com - Seorang pemuda berinisial HM (19), asal Kampung Golo Wunis, Desa Benteng Wunis, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), membacok ibu kandungnya Benedita Sil (55) hingga tewas.

Pembunuhan itu berlangsung di rumah korban pada Sabtu (16/3/2019) malam.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast, mengatakan, HM selama ini tinggal bersama kedua orangtuanya.

"Setelah membunuh ibunya, HM sempat mengurung diri di rumah mereka. Namun setelah dibujuk warga, HM kemudian keluar rumah dan langsung diikat warga,"ungkap Jules kepada Kompas.com di Kupang, Senin (18/3/2019).

Baca juga: Seorang Pemuda di Manggarai Timur Bacok Ibunya hingga Tewas

Kejadian itu lanjut Jules, bermula ketika pada Minggu (17/3/2019) sekitar jam 01.00 Wita, seorang tetangga bernama Marselis, mendengar teriakan dari arah rumah korban.

Marselis mendengar teriakan dari anak korban bernama Lasarus.

Marselis lalu berlari menuju rumah korban dan bertemu dengan Lasarus.

"Saat itu, Marselis bertanya kepada Lasarus dan dijawab kalau ibunya telah dibunuh oleh pelaku HM,"ucap Jules.

Marselis kemudian mencoba membuka pintu rumah, namun terkunci dari dalam, sehingga Marselis kemudian berusaha mencari bantuan kepada tetangga terdekat.

Marselis khawatir, pelaku HM masih memegang senjata tajam. Tak berselang lama, Marselis bersama warga kemudian membujuk pelaku agar keluar dari dalam rumah.

"Setelah dibujuk sekitar dua jam akhirnya pelaku HM keluar dari dalam rumah kemudian. Marselus dan warga lainnya langsung mengamankan pelaku dan mengikatnya dengan tali," jelasnya.

Setelah itu, Marselis lalu mendatangi Pos Pelayanan Polres Manggarai untuk melaporkan kejadian itu.

"Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengetahui motif pembunuhan itu," ujar Jules.

Kompas TV Slamet Riwansyah, 41 tahun, warga Malang, Jawa Rimur, tewas ditangan rekannya sendiri. Korban ditemukan meninggal dunia Rabu (20/2/2019) siang di tempat pembuatan batu bata dengan luka bacok di bagian kepala. Keluarga korban histeris melihat Slamet menjadi korban pembunuhan. Kepada polisi, pelaku Sahri mengaku nekatmenghabisi nyawa korban karena diduga meracuni sapi miliknya hingga mati. Karena merasa dendam Sahri membacok korban menggunakan celurit hingga meninggal dunia. Olah TKP langsung dilakukan untuk melengkapi berkas perkara dan mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit. Usai menghabisi korban pelaku kemudian menyerahkan diri ke polisi. Akibat perbuatannya pelaku dijerat pasal 338 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X