Evakuasi Korban Longsor Tiu Kelep Dilanjutkan, Petugas Sisir Jalur Air Terjun

Kompas.com - 18/03/2019, 09:50 WIB
Proses  evakuasi korban longsor di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep, Senin (18/3/2019). Dok Humas Basarnas Kantor SAR MataramProses evakuasi korban longsor di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep, Senin (18/3/2019).

MATARAM, KOMPAS.com - Proses evakuasi korban longsor di kawasan air terjun Tiu Kelep, Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilanjutkan, Senin (18/3/2019) pagi.

Basarnas, TNI, Polri dan warga sekitar telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban. Dilaporkan ada puluhan wisatawan yang terjebak longsor pasca-gempa yang mengguncang Lombok, Minggu. 

Kalak BPBD NTB Muhammad Rum mengatakan, hingga kini ada tiga korban meninggal dunia, dimana dua merupakan wisatawan asal Malaysia dan seorang korban wistawan domestik. 

Baca juga: Pascagempa, Wisata Air Terjun Tiu Kelep dan Sindang Gile Ditutup

Ketiganya meninggal saat longsor terjadi di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep.

Dua korban meninggal telah dievakuasi atas nama Tomi Albayani (14) warga Senaru, Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Tai Sieu Kim (56) warga negara Malaysia.

Sementara satu korban lagi yang diduga warga negara Malaysia masih terjebak di lokasi longsor.

"Pagi ini akan dievaluasi," ujar Rum melalui pesan singkat. 

Baca juga: Dua Warga Malaysia Tewas Akibat Longsor di Air Terjun Tiu Kelep Lombok

BPBD mencatat, korban longsor air terjun Tiu Kelep sementara sebanyak 60 orang mengalami luka-luka. Termasuk 24 WNA asal Malaysia yang pada saat kejadian tengah berwisata ke air terjun.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Gusti Lanang Wiswananda mengatakan, evakuasi akan dilanjutkan dengan menyusuri jalur-jalur menuju air terjun untuk memastikan ada atau tidak korban lain.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sasar Klaster Industri, Gugus Tugas Jabar Sediakan 2.000 Swab Test PCR

Sasar Klaster Industri, Gugus Tugas Jabar Sediakan 2.000 Swab Test PCR

Regional
'Saya Angkat Sendiri Jenazah Adik dari Ember, Kondisinya Sudah Kaku'

"Saya Angkat Sendiri Jenazah Adik dari Ember, Kondisinya Sudah Kaku"

Regional
Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Regional
Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno 'Wong Kalang' di Hutan Blora

Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno "Wong Kalang" di Hutan Blora

Regional
Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Regional
Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Regional
2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

Regional
Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Regional
Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Regional
Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Regional
Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Regional
Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X