Cobek Seberat 1,5 Ton di Surabaya Pecahkan Rekor MURI

Kompas.com - 17/03/2019, 20:52 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan berupa rekor MURI setelah dalam Festival Rujak Uleg 2019 mampu membuat cobek raksasa dan menghadirkan ribuan peserta pada Minggu (17/3/2019).KOMPAS.com/GHINAN SALMAN Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan berupa rekor MURI setelah dalam Festival Rujak Uleg 2019 mampu membuat cobek raksasa dan menghadirkan ribuan peserta pada Minggu (17/3/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Festival Rujak Uleg 2019 yang digelar di kawasan legendaris Surabaya, di Jalan Kembang Jepun, Surabaya, Jawa Timur, memecahkan dua Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia ( MURI) sekaligus, yakni cobek terbesar dan peserta terbanyak.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, Pemkot Surabaya menggunakan cobek raksasa yang terbuat dari batu gunung dengan diameter 250 sentimeter, berat 1,5 ton, tinggi cobek 30 sentimeter, tinggi dudukan cobek 140 sentimeter, dan dapat digunakan ngulek sebanyak 20-25 orang.

"Rekor cobek terbesar ini baru pertama yang didapatkan oleh Pemkot Surabaya," kata Antiek di lokasi, Minggu.

Baca juga: Risma: Ayo Buktikan Kepada Dunia Warga Surabaya Bisa Menghargai Perbedaan


Sementara itu, peserta yang ikut dalam festival kali ini membludak lebih dari 1.800 peserta, dimana awalnya panitia hanya menerima sebanyak 1.692 orang.

"Kalau kita tidak tutup, pesertanya pasti lebih banyak lagi. Rekor peserta terbanyak ini, kami memecahkan Rekor MURI sebelumnya, yang mana dulu tahun 2013 kami sudah mendapatkan Rekor MURI dengan peserta 1.300, tapi kali ini 1.800 lebih," ucap Antiek.

Baca juga: Risma Akan Percantik Bantaran Kali Jagir Surabaya supaya Warga Betah

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini manambahkan, rujak ulek khas Surabaya itu meraih penghargaan dari pemerintah pusat karena memiliki kandungan gizi yang lengkap.

Di dalam rujak itu, kata Risma, terdapat sayuran, daging, dan kacang-kacangan.

"Rujak uleg ini sudah masuk dalam hak paten, hak merk di Kota Surabaya. Jadi Insya Allah tidak ada yang bisa ngambil," ucap Risma melanjutkan.

Dalam Festival Rujak Uleg itu, Risma dan para tamu undangan dari konsulat jenderal negara sahabat yang ada di Surabaya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan tamu VIP ngulek bareng di cobek “raksasa”.

Rujak yang diuleknya itu kemudian dibagi-bagikan kepada warga Surabaya yang datang menyaksikan festival tersebut.




Close Ads X