Risma: Ayo Buktikan Kepada Dunia Warga Surabaya Bisa Menghargai Perbedaan

Kompas.com - 17/03/2019, 20:34 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan berupa rekor MURI setelah dalam Festival Rujak Uleg 2019 mampu membuat cobek raksasa dan menghadirkan ribuan peserta pada Minggu (17/3/2019).KOMPAS.com/GHINAN SALMAN Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan berupa rekor MURI setelah dalam Festival Rujak Uleg 2019 mampu membuat cobek raksasa dan menghadirkan ribuan peserta pada Minggu (17/3/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku senang bisa kembali menggelar Festival Rujak Uleg tahun ini.

Sebab, tahun lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak bisa menggelar Festival Rujak Uleg lantaran terjadi peristiwa bom di beberapa gereja. Hari Jadi Kota Surabaya tahun lalu juga diselimuti duka.

Pada kesempatan itu, Risma mengingatkan kepada ribuan warga Surabaya yang hadir di Festival Rujak Uleg untuk menghargai perbedaan.

Kata Risma, agama mana pun tidak ada yang mengajarkan membenci dan mendendam.


"Saya ingin menyampaikan kepada seluruh warga Kota Surabaya, kita semua ini bersaudara, kita tidak boleh saling bermusuhan, membenci dan mendendam," kata Risma di perayaan Festival Rujak Uleg di Jalan Kembang Jepun, Surabaya, Minggu (17/3/2019).

Baca juga: Risma Akan Percantik Bantaran Kali Jagir Surabaya supaya Warga Betah

Risma juga mengajak kepada seluruh warga Surabaya untuk melupakan perbedaan dan meningkatkan kebersamaan. 

Risma juga mengajak warga Surabaya untuk membuktikan bahwa warga Surabaya tidak ada dendam dan iri, serta bisa menghargai perbedaan.

"Ayo buktikan kepada dunia kalau kita warga Surabaya bisa menghargai perbedaan, bergandengan tangan," tutur Risma.

Baca juga: Kasus Penembakan di Selandia Baru, Risma Sebut Aksi Teror dengan Dalih Apa Pun Harus Diakhiri

Dalam Festival Rujak Uleg itu, Risma dan para tamu undangan dari konsulat jenderal negara sahabat yang ada di Surabaya, organisasi perangkat daerah (OPD), dan tamu VIP nguleg bareng di cobek “raksasa”.

Rujak yang diulegnya itu kemudian dibagi-bagikan kepada warga yang datang menyaksikan festival tersebut.

Risma mengatakan, karena memiliki nilai gizi, rujak uleg khas Surabaya itu meraih penghargaan dari pemerintah pusat.

"Rujak uleg ini sudah masuk dalam hak paten, hak merk di Kota Surabaya. Jadi Insya Allah tidak ada yang bisa ngambil," ucap Risma.




Close Ads X