Fakta Orangutan Hope Ditembak 74 Peluru Senapan Angin, 7 Berhasil Dikeluarkan hingga Protes dari Aktivis

Kompas.com - 16/03/2019, 13:42 WIB
Hope, satu individu induk orangutan menjalani perawatan intensif di pusat karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, dalam kondisi kritis karena terluka dan ditembaki dengan senapan angin di kawasan perkebunan warga di Kota Subulussalam, Aceh. Sedangkan anaknya berusia 1 bulan tewas saat dalam perjalanan menuju karantina karena kondisi mal nutrisi.***** HANDOUTHope, satu individu induk orangutan menjalani perawatan intensif di pusat karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, dalam kondisi kritis karena terluka dan ditembaki dengan senapan angin di kawasan perkebunan warga di Kota Subulussalam, Aceh. Sedangkan anaknya berusia 1 bulan tewas saat dalam perjalanan menuju karantina karena kondisi mal nutrisi.*****

KOMPAS.com - Kondisi Hope mulai membaik setelah sempat kritis karena ditembak 74 butir peluru senapan angin oleh warga di Subulussalam, Aceh.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan, Hope masih dalam perawatan intensif tim medis Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara.

Sementara itu, BKSDA Aceh juga sudah mengirimkan surat kepada Kepolisian Daerah Aceh agar pihak kepolisian bisa melakukan penertiban terhadap penggunaan senjata angin ilegal di wilayah hukum Polda Aceh.


Baca fakta lengkapnya:

1. Aktivis satwa turun ke jalan kecam penyiksaan Hope

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam koalisi peduli orangutan sumatera beraksi teatrikal menggambarkan ksakitan yang diderita oleh Hope, individu orangutan yang kini dirawat intensif di pusat karantina orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara.KOMPAS.com/DASPRIANI Y ZAMZAMI Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam koalisi peduli orangutan sumatera beraksi teatrikal menggambarkan ksakitan yang diderita oleh Hope, individu orangutan yang kini dirawat intensif di pusat karantina orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara.

Puluhan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Peduli Orangutan Sumatera (Pongo abelii) menggelar aksi unjuk rasa mengecam pelaku penyiksaan induk dan bayi orangutan yang terjadi di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Aceh.

Dalam aksi yang digelar di Bundaran Simpang Lima, Pusat Kota Banda Aceh, Jumat (15/3/2019), para aktivis mengecam dan menuntut keadilan untuk induk dan anak orangutan yang mengalami penyiksaan di perkebunan warga.

Sebagai bentuk kecaman itu, sejumlah peserta aksi mengenakan topeng orangutan dan sejumlah poster yang bertuliskan "Hukum pelaku penembak Hope dan tanda #74 peluru untuk Hope, sebagai bukti kekejaman terhadap satwa”.

“Kami berharap ini adalah kasus terakhir yang terjadi terhadap hewan yang dilindungi di Indonesia ini dan kami juga mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelakunya,” ujar Nuratul Faizah, Koordinator Aksi, Jumat (15/3/2019) petang.

Baca Juga: Puluhan Aktivis Kecam Penembakan "Hope", Orangutan yang Diberondong 74 Peluru di Aceh

2. Polisi diharapkan bertindak tegas

Foto dokumentasi YEL - SOCP, 74 peluru senapan angin bersarang ditubuh induk orangutan yang dievakuasi di Subulussalam, Aceh,  Rabu (13/03/2019).KOMPAS.COM/RAJA UMAR Foto dokumentasi YEL - SOCP, 74 peluru senapan angin bersarang ditubuh induk orangutan yang dievakuasi di Subulussalam, Aceh, Rabu (13/03/2019).

Sejumlah aktivis dan mahasiswa menggelar aksi teatrikal yang mengisahkan tragedi yang menimpa Hope, orangutan yang ditembaki 74 butir peluru senapan angin.

Para mahasiswa juga mendesak penegak hukum untuk bisa menuntut tuntas pelaku pembunuhan dan penembak orangutan Sumatera yang terjadi di Subulussalam, Aceh.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X