Terkait OTT, KPK Segel Ruang Kepala Kankemenag Gresik

Kompas.com - 16/03/2019, 10:29 WIB
Ruangan Kepala Kankemenag Gresik sudah disegel dengan tanda dan logo KPK.KOMPAS.com / HAMZAH Ruangan Kepala Kankemenag Gresik sudah disegel dengan tanda dan logo KPK.

GRESIK, KOMPAS.com - Dalam operasi tangkap tangan ( OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Surabaya, Jumat (15/3/2019), juga turut membawa beberapa orang lain.

Salah satu yang dikabarkan termasuk dalam rombongan tersebut adalah Kepala Kantor Kementerian Agama ( Kankemenag) Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Dugaan menguat lantaran ruang tempat kerja Muafaq sudah disegel dengan garis larangan melintas dengan tanda resmi logo dari KPK.


"Kemarin sore itu Mas, sekitar jam 4-an (pukul 16.00 WIB). Saya tahunya kemarin itu ada tiga orang, pakaian biasa (bukan seragam dinas). Cuma saya tahu dibilangi orang-orang katanya petugas dari KPK," ujar salah seorang petugas jaga dan kebersihan di Kankemenag Gresik, Kardjan, saat ditemui di lokasi, Sabtu (16/3/2019) pagi.

Baca juga: Pasca-OTT KPK, Rumah Kepala Kanwil Kemenag Jatim Sepi, Keluarga Tak Bisa Hubungi

Hanya saja, Kardjan tidak mengetahui barang ataupun dokumen apa saja yang dibawa oleh perwakilan dari KPK saat itu. Karena dia memang disuruh hanya bertugas mengawasi di sekitar luar area kantor.

"Kemarin itu petugasnya ketemu kok sama orang-orang (pejabat Kankemenag Gresik). Enggak lama setahu saya, setelah minta kunci terus mereka menyegel ruangan kepala lalu pergi," ucap dia.

Sebelumnya dikabarkan, Muafaq beserta beberapa orang, termasuk Romahurmuziy, dibawa dalam rombongan menuju Jakarta melalui Bandara Juanda, Surabaya.

Informasi ini diutarakan oleh salah seorang petugas Pomal di Posko Satgaspam TNI AL Bandara Juanda, Hartono.

Selain Muafaq, kata Hartono, dalam rombongan tersebut terdapat Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin. Haris sebelumnya juga sempat menjabat sebagai Kepala Kankemenag Gresik.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X