Bappeda dan TAP Jabar Godok 19 Proyek KPBU Senilai Rp 29 Triliun

Kompas.com - 16/03/2019, 08:33 WIB
Aktivitas pengerjaan proyek Pelabuhan Patimban di Cirebon. Pemprov Jabar tengah menggodok skempa pembiayaan proyek pemerintah melalui pembiayaan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).Dokumentasi Humas Pemprov Jabar Aktivitas pengerjaan proyek Pelabuhan Patimban di Cirebon. Pemprov Jabar tengah menggodok skempa pembiayaan proyek pemerintah melalui pembiayaan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

BANDUNG, KOMPAS.com - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda) Provinsi Jawa Barat bersama Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) Jabar tengah menggodok sejumlah proyek strategis yang dikerjakan dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha ( KPBU).

Kepala Bappeda Jabar Taufik Budi Santoso mengatakan, saat ini teridentifikasi ada 19 proyek yang berpeluang ditawarkan kepada investor lewat skema pembiayaan KPBU.

"Totalnya Rp 29 triliun, tapi dari 19 itu yang kami lihat siap ada lima proyek, dari lima itu tiga paling siap," ujar Taufik di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (15/3/2019).

Tiga proyek tersebut antara lain, Tempat Pemrosesan dan Pengelolaan Akhir Sampah (TPPAS) Legoknangka, LRT Bandung Raya, dan SPAM Bandung Raya.

"Kami lakukan seleksi proyek, tiga ini yang kita dorong dan paling layak," ucapnya.

Baca juga: Pemerintah Harapkan Proyek Infrastruktur Dibiayai KPBU

Rencananya, pada April mendatang, Bappeda akan mengundang Kementerian Keuangan, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan pihak lain untuk mendalami proyek unggulan tersebut dan meminta pendanaan project development facilities (PDF) pada Kementerian Keuangan.

Skema KPBU dalam pembangunan proyek penting jadi strategi pembiayaan paling rasional saat ini.

Oleh karena itu, Bappeda dan TAP Jabar terus mempertajam pembentukan Simpul KPBU yang nantinya akan mengelola urusan proyek yang memakai skema KPBU dari A-Z.

"Sebelum menjadi Simpul KPBU kami bersama TAP menyiapkan rancangan Simpul KPBU-nya. Simpul KPBU ini dibuat untuk menyatukan proyek-proyek tadi dalam satu koordinasi. Nanti fasilitasi, pembinaan, dan monitoring evaluasi dilakukan di simpul ini," tuturnya.

"Kami dibantu TAP yang merupakan orang-orang profesional, mereka punya jaringan luas dengan Pusat, sehingga sangat membantu pelaksanaan dan percepatan KPBU ini," ungkapnya.

Baca juga: PII Anggap KPBU Rusunami Sulit Dilakukan

Sementara itu, Anggota Dewan Pakar TAP Jabar Bernadus Djonoputro menjelaskan, skema KPBU dalam pembiayaan proyek strategis mendapat atensi besar dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Pakar infrastruktur itu pun menilai, pembentukan Simpul KPBU jadi langlah konkret membuka pintu masuknya dana dari investor ke Jabar.

"Jabar sudah agak di depan karena sudah menyusun simpul KPBU. Ini langkah kombinasi antara konsep Blue Book Bappenas dan inisiatif daerah,” ujar Bernie, sapaan akrabnya.

Bernie menambahkan, tiga proyek yang sudah dianggap matang memang layak segera ditawarkan pada investor. Sebab, sektor sampah, air, dan jalan jadi implementasi KPBU yang banyak diminati.

"Air bersih itu paling gampang, sudah tidak ada hambatan aturan tinggal bagaimana PDAM punya kemampuan kapasitas internal. Jadi Jabar akan mengikuti tren Indonesia, KPBU yang sudah berjalan dan berproses seperti Umbulan, Tuban, Lampung dan Nambo yang sudah mampu menarik peserta tender internasional," jelasnya. 


Terkini Lainnya


Close Ads X