Gerindra: Apel Kebangsaan Hamburkan Uang Rakyat

Kompas.com - 16/03/2019, 07:44 WIB
Pamflet apel kebangsaan di Semarang, Minggu (17/3/2019)Handout Pamflet apel kebangsaan di Semarang, Minggu (17/3/2019)


SEMARANG, KOMPAS.com — Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra) mengkritik keras rencana Apel Kebangsaan yang digelar Pemerintah Jawa Tengah pada Minggu (17/3/2019), yang dinilai hanya menghabiskan uang rakyat.

Alokasi anggaran untuk kegiatan yang mencapai Rp 18 miliar itu terlampau besar.

Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah yang juga Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Wilayah Jawa Tengah Abdul Wachid menerangkan, Apel Kebangsaan tidak tepat karena kondisi negara ini relatif aman dari berbagai potensi gangguan.

Gerindra menilai kegiatan itu lebih untuk menghabiskan anggaran negara.

"Kegiatan apel kebangsaan diselenggarakan dalam kondisi ekonomi negara sedang terpuruk, seharusnya cukup Rp 1,8 miliar, tapi sampai Rp 18 miliar lebih," ujar Wachid kepada wartawan melalui pesan elektronik, Jumat (15/3/2019) malam.

Baca juga: Dikritik Soal Anggaran, Ganjar Jelaskan Pentingnya Apel Kebangsaan

Dikatakan Wachid, daripada menggelar Apel Kebangsaan, akan lebih baik jika alokasi anggaran diberikan untuk perbaikan rumah layak huni bagi masyarakat Jawa Tengah atau untuk menggaji guru honorer.

Menurut dia, anggaran Rp 18 miliar bisa untuk membangun sekitar 1.200 rumah warga menjadi layak atau membantu sekitar 18.000 guru honorer.

"Satu rumah tidak layak huni (RTLH) membutuhkan Rp 15 juta. Maka uang itu bisa untuk membangun 1.200 RTLH," katanya.

Selain itu, apel yang bertepatan dengan debat cawapres dinilai dapat memecah konsentrasi massa.

"Apel Kebangsaan ini terkesan diselenggarakan seakan-akan negara dalam keadaan genting. Ini menurut saya sangat keliru," katanya.

Jika memang acara untuk Apel Kebangsaan, ia mengkritik mengapa acara disertai panggung hiburan musik yang mendatangkan sejumlah musisi tanah air.

"Ini hiburan rakyat sambil penggiringan masyarakat untuk pilpres tertentu dikemas dengan Apel Kebangsaan," ucapnya.

Pembelaan Ganjar

Namun, hal itu dibantah langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ia tidak mempermasalahkan pihak yang keberatan soal banyaknya anggaran yang dikucurkan untuk Apel Kebangsaan ataupun tuduhan kampanye terselubung dalam kegiatan itu.

Ia menilai alokasi anggaran memang dibuka secara transparan melalui e-lelang agar masyarakat mengetahuinya.

"Kami transparan dan siapa pun bisa melihat. Soal tidak sepakat dengan jumlah, silakan," jawab Ganjar.

Baca juga: Ganjar Pastikan Anggaran Rp 18 Miliar untuk Apel Kebangsaan Sesuai Prosedur

Sementara terkait tudingan adanya kampanye terselubung, ia menjelaskan bahwa Apel Kebangsaan tidak disertai muatan politik meskipun diselenggarakan tepat satu bulan menjelang pemilu.

Ganjar menegaskan acara tidak untuk mendukung salah satu pasangan calon presiden.

"Menjelang pemilu, kami tidak mau Jawa Tengah dirobek-robek. Kalau ada yang marah bahwa ini kampanye terselubung, lho yang mana (dukungan) capres tertentu. Maka, kami undang semuanya," katanya.

"Ingat Jawa Tengah selama ini aman dan baik-baik. Tapi hari ini kita sangat terganggu dengan intensitas tinggi hoaks dan pembakaran di Jawa Tengah. Sampai hari ini belum ketangkep pelakunya. Tidak ada kepentingan politik," katanya lagi. 



Close Ads X