Dikritik Soal Anggaran, Ganjar Jelaskan Pentingnya Apel Kebangsaan

Kompas.com - 16/03/2019, 06:45 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai menghadiri acara Murenbangwil eks Karesidenan Kedu di Pendopo Kabupaten Magelang, Jumat (15/3/2019) sore. KOMPAS.com/IKA FITRIANA Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai menghadiri acara Murenbangwil eks Karesidenan Kedu di Pendopo Kabupaten Magelang, Jumat (15/3/2019) sore.

MAGELANG, KOMPAS.com - Rencana pelaksanaan Apel Kebangsaan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menuai kririk terkait anggaran yang mencapai Rp 18 miliar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun menjelaskan bahwa Apel Kebangsaan yang akan diadakan di Semarang, 17 Maret 2019, itu penting untuk menjaga Jawa Tengah tetap kondusif menjelang Pemilu 2019.

“Sebenarnya kalau mereka tahu, satu, kami sangat transparan, maka siapun boleh melihat. Soal tidak sepakat dengan jumlah monggo, kami harus menghadirkan seluruh masyarakat yang ada di Jawa Tengah,” kata Ganjar usai menghadiri Musrenbangwil se-Eks Karesidenan Kedu di Pendopo Kabupaten Magelang, Jumat (15/3/2019) sore.

Baca juga: Ganjar Pastikan Anggaran Rp 18 Miliar untuk Apel Kebangsaan Sesuai Prosedur

Ganjar merasa kondisi Jawa Tengah selama ini baik-baik saja, namun belakangan mulai diganggu dengan aksi-aksi oknum tertentu yang dinilai bisa memecah-belah kerukunan Jawa Tengah, terutama merebaknya berita bohong alias hoaks.

“Kemudian ada pembakaran motor di Jawa Tengah, sampai hari ini belum ketangkep (pelakunya). Apa artinya, kami tidak mau dirobek-robek. Maka kami buat acara itu, agar mereka bisa bersatu semuanya, kita bisa bersatu semuanya,” tegasnya.

Politisi PDI-P itu menegaskan bahwa tidak ada kepentingan politik apapun dalam apel akan dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah tersebut.

Ia mempersilakan siapapun boleh hadir dan dilarang membawa atribut partai dan calon presiden tertentu.

Tak terkecuali, bintang tamu yang akan dihadirkan tidak boleh menyampaikan ajakan atau kampanye politik.

“Tidak ada kepentingan politik, memang saya agak sedih sih di-bully itu di medsos, semua bukan dari satu kelompok ternyata. Mohon maaf tidak dari dua kelompok, hanya satu kelompok kebetulan berbeda pandangannya itu saja. Padahal menurut saya, mereka hadir boleh. Maka kita larang membawa menggunakan atribut partai, kita larang menggunakan atribut capres. Kurang opo?,” kata dia.

Baca juga: Bawaslu Awasi Pelaksanaan Apel Kebangsaan di Semarang

Ganjar kembali menjawab soal anggaran yang terus menuai kritik, bahkan bully di media sosial.

Ia menilai mahal atau murah biaya apel kebangsaan adalah relatif sesuai dengan kebutuhan yang memang diperlukan. Seperti, untuk biaya konsumsi peserta yang ditargetkan mencapai 100.000-130.000 orang tersebut.

“Kalau saya menggerakkan seluruh warga Jawa Tenggah, menurut saya mahal, apa murah. Kami harus memberikan air minum, memberi makan kepada mereka. Kalau anda tahu sebenarnya kepentingannya untuk mereka,” tuturnya.

Ia juga menyatakan, pengeluaran anggaran tersebut sudah sesuai prosedur dan terbuka. Masyarakat dipersilakan untuk mengakses dan mengkritisi meski kemudian menimbulkan pro dan kontra.

“Lho kalau kami mau sembunyi-sembunyi enggak saya buka kok, maka semua orang bisa membuka itu, maka itulah hebatnya Jawa Tengah. Kami buka, semua bisa mengakses dan silakan mengkritisi boleh, enggak ada yang keliru gitu. Tidak sepakat jumlah enggak apa apa, tapi kami bisa jelaskan dengan sekian banyak kita memberikan fasilitas kepada mereka untuk mau datang,” pungkasnya.

Kompas TV Gubernur Jawa Tengah #GanjarPranowo meresmikan #UMKM di Bandara Internasional Ahmad Yani, #Semarang, Selasa (5/3) siang. Ganjar berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh pengusaha UMKM untuk mempromosikan produk-produk lokal. Galeri UMKM ini merupakan bentuk kontribusi Pemprov Jateng terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah yang ada di Jawa Tengah. Sedikitnyaada 825 jenis barang terpasang rapi di galeri UMKM, seperti kain batik, tas, dompet, pakaian, produk makanan jadi, produk makanan setengah jadi, kopi, cokelat, makanan kecil, serta hiasan dinding.




Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Madiun Lombakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Juara Satu Dapat Satu Ton Beras

Kota Madiun Lombakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Juara Satu Dapat Satu Ton Beras

Regional
Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

Regional
Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

Regional
Bertambah 28, Total 2.822 Kasus Positif Covid-19 di Sulut

Bertambah 28, Total 2.822 Kasus Positif Covid-19 di Sulut

Regional
Didatangai Ketua DPRD, Siswi di Magetan yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam Menangis Ingin Tetap Sekolah

Didatangai Ketua DPRD, Siswi di Magetan yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam Menangis Ingin Tetap Sekolah

Regional
Ketua Komisi X: Para Siswa Sudah Rindu Suasana Sekolah

Ketua Komisi X: Para Siswa Sudah Rindu Suasana Sekolah

Regional
Polisi Sebut Warga yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK Diduga Masih Ada Hubungan Keluarga

Polisi Sebut Warga yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK Diduga Masih Ada Hubungan Keluarga

Regional
49 Tenaga Medis RSUD Wonogiri Sembuh, 30 Orang Menunggu Hasil Swab

49 Tenaga Medis RSUD Wonogiri Sembuh, 30 Orang Menunggu Hasil Swab

Regional
Kontroversi Jerinx SID di Media Sosial hingga Berujung Laporan Polisi

Kontroversi Jerinx SID di Media Sosial hingga Berujung Laporan Polisi

Regional
3 Hari Pelarian Warga Jombang Positif Covid-19 di Pontianak, Menggelandang ke Hutan karena Ditolak Teman

3 Hari Pelarian Warga Jombang Positif Covid-19 di Pontianak, Menggelandang ke Hutan karena Ditolak Teman

Regional
Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Regional
Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Regional
927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

Regional
Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Regional
Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X