Puluhan Aktivis Kecam Penembakan "Hope", Orangutan yang Diberondong 74 Peluru di Aceh

Kompas.com - 15/03/2019, 23:14 WIB
Puluhan aktivis yang tergabung dalam koalisi peduli orangutan Sumatera menggelar aksi unjuk rasa mengecam terhadap pelaku penyiksaan induk dan bayi orangutan di Bundaran Simpang Lima, Pusat Kota Banda Ace, Jumat (15/3/2019).  KOMPAS.COM/RAJA UMARPuluhan aktivis yang tergabung dalam koalisi peduli orangutan Sumatera menggelar aksi unjuk rasa mengecam terhadap pelaku penyiksaan induk dan bayi orangutan di Bundaran Simpang Lima, Pusat Kota Banda Ace, Jumat (15/3/2019).

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Puluhan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Peduli Orangutan Sumatera (Pongoabelii) menggelar aksi unjuk rasa mengecam pelaku penyiksaan induk dan bayi orangutan yang terjadi di di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Aceh. 

Dalam aksi yang digelar di Bundaran Simpang Lima, Pusat Kota Banda Aceh, Jumat (15/3/2019), para aktivis mengecam dan menuntut keadilan untuk induk dan anak orangutan yang mengalami penyiksaan di perkebunan warga.

Baca juga: Kasus Orangutan Hope, Bagaimana Aturan tentang Kepemilikan Senapan?

Sebagai bentuk kecaman itu, sejumlah peserta aksi mengenakan topeng orangutan dan sejumlah poster yang bertuliskan


"Hukum pelaku penembak Hope dan tanda #74 peluru untuk Hope, sebagai bukti
kekejaman terhadap satwa”.

Para aktivis juga mendesak pihak kepolisian untuk segera menertibkan peredaran senapan angin dari masyarakat, sehingga satwa dilindungi di Aceh tak lagi menjadi sasaran

“Penegak hukum harus memberikan hukuman terhadap pelaku, kemudian polisi juga harus segera menertibkan peredaran senapan angin dari masyarakat,” kata Nuratul Faizah, koordinator aksi, di lokasi, Jumat.

Baca juga: Sempat Kritis, Orangutan dengan 74 Peluru di Tubuh Kondisinya Membaik

Induk orangutan yang dievakuasi dari perkebunan warga di Desa Bunga Tanjung, itu telah diberi nama “Hope”,

Kondisinya hingga kini masih belum stabil dan berada di kandang karantina Sibolangit untuk mendapatkan perawatan selama 24 jam. 

Sementara anak Hope yang masih berusia satu bulan mati dalam perjalanan saat dievakuasi akibat kekurangan nutrisi. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X