Dua WNI yang Tertembak di Masjid Selandia Baru Berasal dari Yogyakarta

Kompas.com - 15/03/2019, 18:58 WIB
Petugas kemanan berjaga di depan Masjid Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Masjid ini merupakan salah satu masjid yang menjadi sasaran serangan teroris. Hingga Jumat petang, 49 orang meninggal dan puluhan lain meninggal akibat serangan ini. AFP/TESSA BURROWS Petugas kemanan berjaga di depan Masjid Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Masjid ini merupakan salah satu masjid yang menjadi sasaran serangan teroris. Hingga Jumat petang, 49 orang meninggal dan puluhan lain meninggal akibat serangan ini.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seorang warga Negara Indonesia (WNI) Zulfirman Syah yang menjadi korban penembakan brutal di Masjid Christchurch, New Zeland, Jumat (15/3/2019) siang, merupakan anggota Sakato Art Community, yang berbasis di Yogyakarta. Dia tercatat sebagai anggota aktif.

"Betul (anggota Sakato Art Community," kata Ketua Sakato Art Community, Erizal As, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat petang.

"Kami teman-teman di sini mendapatka informasi dari akun Facebook istrinya, dan di kolom komentar ada saudara Zul (Zulfirman) meninggalkan nomor telepon," ucapnya.

Baca juga: Ayah dan Anak WNI Tertembak dalam Serangan Teroris di Selandia Baru


Dari postingan itu, pihaknya menghubungi saudara Zul, dan membenarkan kejadian itu.

"Ternyata (saudara Zul) sudah menghubungi istri Zul, info terakhir sekarang dirawat di rumah sakit dan sedang dioperasi," ujarnya.

"Istrinya dapat info dari pihak medis kalau Zul terkena (tembak) paru, anaknya terkena di kakinya," ucapnya.

Erizal mengatakan, ia dan Zul sudah kenal sejak di SMSR Padang hingga kuliah di ISI Yogyakarta.

"Angkatan saya sejak dari SMSR Padang, terus tahun 1997 kuliah di ISI Jogja dan tamat, kemudian menetap di Jogja," ucapnya.

Baca juga: ISNU: Penembakan di Masjid Selandia Baru adalah Tindakan Keji

Dia mengatakan, sebagai pelukis asli Minang, Zul sering bergabung dengan komunitas Minang di Yogyakarta.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X