Fakta Sidang Bahar Bin Smith, Tuding Jokowi Tak Adil hingga Sindiran Moeldoko

Kompas.com - 15/03/2019, 16:16 WIB
Habib Bahar bin Smith menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat Selasa (18/12/2018). Tribun Jabar/Gani KurniawanHabib Bahar bin Smith menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat Selasa (18/12/2018).

KOMPAS.com - Terdakwa Bahar bin Smith sempat menantang Presiden Joko Widodo setelah menjalani sidang kasus di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Kamis (14/3/2019).

Dirinya menganggap Presiden Jokowi telah melakukan intervensi terkait kasus yang sedang dihadapinya itu. 

Seperti diketahui, terdakwa Bahar didakwa kasus penganiayaan yang dilakukan dirinya terhadap dua remaja, CAJ (18) dan MKU (17), di Pondok Pesantren Tajul Alawiyin di Kabupaten Bogor.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Jaksa minta hakim tolak eksepsi kuasa hukum Bahar

Bahar Bin Smith tengah duduk di kursi pesakitan mendengarkan dakwaan jaksa di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019). Bahar didakwa pasal berlapis, salah satunya pasal perlindungan anak.KOMPAS.com/AGIEPERMADI Bahar Bin Smith tengah duduk di kursi pesakitan mendengarkan dakwaan jaksa di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019). Bahar didakwa pasal berlapis, salah satunya pasal perlindungan anak.

Dalam sidang kasus dugaan penganiayaan CAJ dan MKU, jaksa meminta majelis hakim untuk menolak eksepsi dari penasehat hukum Bahar bin Smith.

"Permohonan nota keberatan yang disampaikan penasehat hukum tidak beralasan. Meminta majelis hakim menolak eksepsi dari penasehat hukum?" kata jaksa dalam sidang yang digelar di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Kamis (14/3/2019).

Jaksa juga memohon majelis hakim melanjutkan pemeriksaan terhadap Bahar dan terdakwa lainnya terkait kasus penganiayaan ini.

Baca Juga: Bahar bin Smith: Jokowi, Tunggu Saya Keluar

2. Usai sidang, Bahar tantang Presiden Jokowi

Habib Bahar bin Smith (tengah) memasuki gedung saat akan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (6/12/2018). Habib Bahar diperiksa sebagai saksi terlapor terkait video ceramahnya yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.ANTARA/Rivan Awal Lingga Habib Bahar bin Smith (tengah) memasuki gedung saat akan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (6/12/2018). Habib Bahar diperiksa sebagai saksi terlapor terkait video ceramahnya yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.

"Tunggu saya keluar, ketidakadilan hukum dari Jokowi, tunggu saya, akan dia rasakan," kata Bahar usai selesai menjalani sidang pada hari Kamis (14/3/2019).

Bahar bin Smith menganggap Presiden Joko Widodo tak adil dalam kasusnya tersebut. Dirinya juga hanya menanggapi singkat saat ditanya wartawan tentang agenda putusan sela.

"Serahkan saja," katanya singkat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat hingga Dikomando Co-Pilot

Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat hingga Dikomando Co-Pilot

Regional
Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Regional
Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Regional
Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Regional
Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Regional
Pertama di Pulau Sumatera, Bayar Pajak Pakai GoPay

Pertama di Pulau Sumatera, Bayar Pajak Pakai GoPay

Regional
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Tolong Pesantren Jangan 'Gaptek'

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Tolong Pesantren Jangan "Gaptek"

Regional
Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal Ramah, Tapi Tidak Aktif di Kegiatan RT

Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal Ramah, Tapi Tidak Aktif di Kegiatan RT

Regional
Gubernur Khofifah: Telur Ayam Asal Jatim Aman Dikonsumsi

Gubernur Khofifah: Telur Ayam Asal Jatim Aman Dikonsumsi

Regional
Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 adalah Menantu Mantan Napi Teroris

Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 adalah Menantu Mantan Napi Teroris

Regional
Polda Riau Tangkap Lima Pelaku Pencurian Minyak PT Chevron

Polda Riau Tangkap Lima Pelaku Pencurian Minyak PT Chevron

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Puting Beliung Rusak 25 Rumah

Hujan Deras Disertai Angin Puting Beliung Rusak 25 Rumah

Regional
DPRD Jabar: Program 'Satu Pesantren Satu Produk' Sebatas Seremonial

DPRD Jabar: Program "Satu Pesantren Satu Produk" Sebatas Seremonial

Regional
KNKT Selidiki Penyebab Pilot Batik Air Pingsan Saat Penerbangan

KNKT Selidiki Penyebab Pilot Batik Air Pingsan Saat Penerbangan

Regional
Pilot Pingsan, Batik Air Kirim Pesawat Pengganti ke Kupang

Pilot Pingsan, Batik Air Kirim Pesawat Pengganti ke Kupang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X