Kasus Orangtua Siswa Tinju Guru di Mamuju, Ini Penjelasan Polisi

Kompas.com - 15/03/2019, 11:35 WIB
A, pelaku penganiayaan guru di SMP Mamuju, saat berada di Polres Mamuju. KOMPAS.com/JUNAEDI A, pelaku penganiayaan guru di SMP Mamuju, saat berada di Polres Mamuju.

MAMUJU, KOMPAS.com - Polres Mamuju meringkus seorang pria yang meninju guru di depan kelas saat mengajar di Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (14/3/2019). Pria tersebut bernama A, yang merupakan orangtua siswa di SMP Negeri 6 Kalukku, tempat guru tersebut mengajar. 

Sementara korban pemukulan adalah Herlawan Ahlak Hansyah. Saat ini korban masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit di Mamuju. Herlawan masih mual dan terus muntah-muntah karena saat ditinju, dia terjatuh dan kepalanya membentur lantai. 

Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Syamsuriansah menjelaskan, A adalah warga desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. A tidak melawan saat petugas menangkapnya. 

Menurut Syamsuriah, peristiwa ini terjadi berawal dari laporan anak A yang mengaku dianiaya oleh guru Herlawan lantaran tidak merapikan bajunya di sekolah.

A yang kemudian melapor ke pihak sekolah, dipanggil untuk upaya mediasi pada Rabu (13/3/2019). Hadir dalam upaya mediasi tersebut selain A dan Herlawan, juga Kepala Sekolah dan Kepala Desa setempat. 

Baca berita sebelumnya: Seorang Guru Dianiaya Orangtua Siswa di Depan Kelas hingga Alami Luka Serius

Upaya mediasi tersebut dilakukan di ruang guru. Pelaku yang tiba di ruang guru langsung dipertemukan dengan guru Herlawan yang diduga menganiaya anaknya di sekolah. 

Namun belum sempat dilakukan mediasi, A langsung meninju wajah korban hingga mengakibatkanjatuh tersungkur. Bagian kepalanya sempat terbentur di lantai sekolah.

"Akibatnya, korban langsung dilarikan ke rumah sakit swasta di Mamuju untuk menjalani perawatan medis," kata Syamsuriah, Jumat (15/3/2019). 

Kronologi dari polisi ini berbeda dengan keterangan kerabat Herlawan sebelumnya, yakni Heri Ardiansyah, yang menyebutkan jika Herlawan ditinju di depan kelas saat mengajar, sehingga kegiatan belajar mengajar pun bubar.

Polisi usut dua kasus

Syamsuriah mengatakan, pihaknya kini mengusut dua kasus dari peristiwa ini. Yakni, selain dugaan penganiayaan A terhadap guru, juga dugaan penganiayaan guru terhadap anak A. 

Sementara untuk perbuatan A sendiri, polisi menjeratnya dengan Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP ) ayat (1) yang berbunyi " Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah."


Terkini Lainnya

Korban Tewas Capai 207 Orang, Ini 4 Hal Soal Teror di Sri Lanka

Korban Tewas Capai 207 Orang, Ini 4 Hal Soal Teror di Sri Lanka

Internasional
Alasan Pengunduran Diri Tak Lazim. Mendagri Akan Panggil Bupati Mandailing Natal

Alasan Pengunduran Diri Tak Lazim. Mendagri Akan Panggil Bupati Mandailing Natal

Regional
KPU Putuskan 9 TPS di Jatim Pemungutan Suara Ulang

KPU Putuskan 9 TPS di Jatim Pemungutan Suara Ulang

Regional
PMII Sebut Politik Uang Marak di Tasikmalaya, Bawaslu Diminta Bertindak

PMII Sebut Politik Uang Marak di Tasikmalaya, Bawaslu Diminta Bertindak

Regional
Penasihat Hukum Sebut Surat Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal Tak Penuhi Syarat untuk Ditindaklanjuti

Penasihat Hukum Sebut Surat Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal Tak Penuhi Syarat untuk Ditindaklanjuti

Regional
200 Pasukan Brimob Polda Maluku Akan Dikirim ke Jakarta, Ada Apa?

200 Pasukan Brimob Polda Maluku Akan Dikirim ke Jakarta, Ada Apa?

Regional
Majelis Dzikir Hubbul Wathon Kecam Ledakan Bom Sri Lanka

Majelis Dzikir Hubbul Wathon Kecam Ledakan Bom Sri Lanka

Regional
Tangga yang Dilewati Yesus saat Menghadap Pilatus Kini Dibuka untuk Umum

Tangga yang Dilewati Yesus saat Menghadap Pilatus Kini Dibuka untuk Umum

Internasional
Untuk Pertama Kali, Seluruh SMP di Landak Kalbar Gelar UNBK

Untuk Pertama Kali, Seluruh SMP di Landak Kalbar Gelar UNBK

Nasional
Seorang Pemuda Tewas Dibacok Puluhan Orang Tidak Dikenal di Ciputat

Seorang Pemuda Tewas Dibacok Puluhan Orang Tidak Dikenal di Ciputat

Megapolitan
Bupati Mandailing Natal Ajukan Pengunduran Diri karena Kecewa Warganya Tak Pilih Jokowi

Bupati Mandailing Natal Ajukan Pengunduran Diri karena Kecewa Warganya Tak Pilih Jokowi

Regional
Meninggal, Bayi yang Dikubur Hidup-hidup oleh Ibunya di Purwakarta

Meninggal, Bayi yang Dikubur Hidup-hidup oleh Ibunya di Purwakarta

Regional
Sandiaga Mengaku Sudah Sehat, Lari Sore 5 Kilometer

Sandiaga Mengaku Sudah Sehat, Lari Sore 5 Kilometer

Nasional
Bupati Mandailing Natal Akui Mundur karena Kecewa Hasil Pemilu

Bupati Mandailing Natal Akui Mundur karena Kecewa Hasil Pemilu

Regional
Saat Tidur, Pemimpin Ku Klux Klan di AS Ditembak Mati Sang Istri

Saat Tidur, Pemimpin Ku Klux Klan di AS Ditembak Mati Sang Istri

Internasional

Close Ads X