2 Mucikari Prostitusi "Online" di Kupang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kompas.com - 14/03/2019, 22:10 WIB
Kanit I Subdit IV Renakta AKP Tatang P Panjaitan, yang didampingi penyidik Ipda Jafar Alkatiri dan AKP Ketut saat memberikan keterangan pers di Mapolda, Kamis (14/3/2019). Terlihat dua pelaku prostitusi online MD dan YDP mengenakan rompi orange KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREKanit I Subdit IV Renakta AKP Tatang P Panjaitan, yang didampingi penyidik Ipda Jafar Alkatiri dan AKP Ketut saat memberikan keterangan pers di Mapolda, Kamis (14/3/2019). Terlihat dua pelaku prostitusi online MD dan YDP mengenakan rompi orange

KUPANG, KOMPAS.com - Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), menetapkan status tersangka kepada dua orang mucikari prostitusi online di Kota Kupang.

Kanit II Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT, AKP Tatang P Panjaitan, mengatakan, dua mucikari tersebut berinisial MD (22) alias AB dan YDP (40) alias DD.

Menurut Tatang, MD alias AB, berasal dari Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, dan dan YDP alias DD berasal dari Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

"Kedua mucikari sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan langsung kita tahan mereka,"ucap Tatang kepada sejumlah wartawan di Mapolda NTT, Kamis (14/3/2019).


Baca juga: Mucikari Prostitusi Online di Kupang Koleksi Banyak Foto Perempuan

Tatang menyebut, kedua pelaku ini menawarkan lima orang gadis asal Kota Kupang, kepada pria hidung belang melalui aplikasi online Mi Chat.

Kedua pelaku tersebut, adalah tamatan SMA dan tidak memiliki pekerjaan tetap.

"Kedua mucikari ini, selalu mendapat fee Rp 100.000 dari wanita yang dibayar oleh konsumen. Para wanita tersebut ditawarkan ke konsumen minimal Rp 500.000 untuk sekali kencan,"ungkapnya.

Uang hasil prostitusi online yang diperoleh dua mucikari lanjut Tatang, digunakan untuk membeli televisi, lemari dan sejumlah peralatan lainnya, serta digunakan untuk membayar biaya sewa kos yang mereka tempati.

Baca juga: Prostitusi Online di Kupang, Tarif Sekali Kencan Rp 500.000

Praktik prostitusi online ini lanjut Tatang, sudah berlangsung selama dua tahun. Sebagian besar wanita yang menjadi korban, yakni tamatan SMA.

Menurut Tatang, dua orang pelaku ditangkap, setelah pihaknya melakukan pengembangan kasus itu pada awal Maret 2019.

Kasus itu terungkap, setelah pihaknya mendalami informasi yang beredar melalui media sosial Facebook, soal maraknya prostitusi online di NTT.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

Regional
Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Regional
TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Regional
Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X