Petugas BKSDA Sisir Sungai Pasca-penangkapan Anak Buaya di Ambon

Kompas.com - 14/03/2019, 21:16 WIB
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku bersama personel TNI dan polisi, Kamis (14/3/2019) menyisir Sungai Wai Lila, Dusun Air Besar, Desa Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah usai penangkapan seekor buaya sepanjang 1,5 meter di sungai tersebut pada Rabu kemarinFoto dok BKSDA Maluku Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku bersama personel TNI dan polisi, Kamis (14/3/2019) menyisir Sungai Wai Lila, Dusun Air Besar, Desa Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah usai penangkapan seekor buaya sepanjang 1,5 meter di sungai tersebut pada Rabu kemarin

AMBON, KOMPAS.com - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Maluku bersamapersonel Polsek Leihitu, Maluku Tengah dan personel TNI BKO yang bertugas di Desa Mamala, Kamis (14/3/2019) menyisir sungai Wai Lali di desa tersebut.

Penyisiran itu dilakukan setelah warga dusun Air Besar, Desa Mamala menangkap seekor buaya sepanjang 1,5 meter di sungai itu Rabu kemarin.

”Penyisiran sungai itu dilakukan untuk memastikan masih ada buaya atau tidak, dan penyisiran itu juga dilakukan untuk memastikan apakah sungai itu menjadi habitat buaya atau tidak,”kata Kepala BKSDA Maluku, Mukhtar Amin Ahmadi kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).

Dia menjelaskan berdasarkan hasil investigasi di lapangan dan interviu bersama warga setempat, sungai tersebut bukanlah habitat buaya.

Baca juga: Buat Resah, Warga Maluku Tengah Tangkap Seekor Buaya 1,5 Meter

Pasalnya sungai itu sangatlah terbuka dan airnya yang jernih serta tidak adanya pakan untuk buaya.

“Hasil pengecekan di lapangan bahwa kondisi sungai Wai Lila tidak cocok dengan habitat dari buaya, yang mana sungai Wai Lila kondisinya sangat terbuka dengan air yang sangat jernih dan sumber makanan di sungai tersebut sangat terbatas serta aktifitas masyarakat di sekitar sungai tersebut sangat tinggi,” ungkapnya.

Dia menerangkan habitat yang paling disenangi oleh buaya sungai biasanya pada muara yang airnya tidak terlalu jernih, banyak batang atau akar pohon, serta sumber makanan yang melimpah dan jauh dari gangguan atau aktivitas manusia.

“Terkait dengan asal muasal buaya yang ditemukan di sungai Wai Lila kemarin, saat ini petugas masih mengkaji dari mana asal buaya tersebut,”ujarnya.

Baca juga: Warga Resah, Masih Ada 4 Ekor Buaya di Gorong-gorong

Dia pun mengimbau warga setempat untuk tidak terlalu takut beraktifitas di sungai tersebut, namun tetap berhati-hati demi keselamatan.

Dia juga meminta ada buaya yang kembali ditemukan di sungai itu agar segera melaporkan ke BKSDA Maluku.

“Kalau menemukankembali buaya di sekitara sungai agar segera disampaikan kepada petugas BKSDA Maluku melalui call center 085244440772 untuk dilakukan penanganan lebih lanjut dkarena buaya merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi dan keberadaanya diatur oleh undang-undang,” imbaunya.



Close Ads X