Seorang Guru Dianiaya Orangtua Siswa di Depan Kelas hingga Alami Luka Serius

Kompas.com - 14/03/2019, 10:55 WIB
Seorang guru SMP di Mamuju, Sulawesi Barat, dilarikan ke rumah sakit setempat setelah dianiaya orangtua siswa di depan kelas saat mengajar pada Rabu (13/3/2019). Korban luka serius di kepala dan mendapat perawatan intensif hingga Kamis (14/3/2019). KOMPAS.com/JUNAEDI Seorang guru SMP di Mamuju, Sulawesi Barat, dilarikan ke rumah sakit setempat setelah dianiaya orangtua siswa di depan kelas saat mengajar pada Rabu (13/3/2019). Korban luka serius di kepala dan mendapat perawatan intensif hingga Kamis (14/3/2019).

MAMUJU, KOMPAS.com – Kasus kekerasan terhadap guru kembali terjadi, kali ini di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Dalam kasus ini, seorang guru dianiaya di depan kelas saat mengajar oleh salah satu orangtua siswa hingga mengalami luka serius di kepala. 

Guru tersebut yakni Herlawan Ahlak Hansyah, PNS yang mengajar di SMP Negeri 6 Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Saat ini korban mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju. 

Heri Ardiansyah, kerabat korban, menceritakan jika kasus penganiayaan tersebut terjadi pada Rabu (13/3/2019). 

Pelaku bernama A, tiba-tiba menghantamkan tinju ke arah korban hingga korban jatuh tersungkur. 

Baca juga: Kronologi Guru Cukur Paksa Rambut 22 Siswa di Banyuwangi

Penganiayaan tersebut berlangsung di ruang kelas bahkan saat siswa tengah mengikuti proses belajar. Proses belajar mengajar yang sebelumnya berjalan lancar mendadak buyar lantaran adanya insiden kekerasan ini.

Pada Rabu itu, A datang lantaran memenuhi undangan mediasi pihak sekolah atas dugaan kasus kekerasan oleh korban ke anaknya. Namun sebelum bertemu dan membuat kesepakatan dan penyelesaian secara kekeluargaan, penganiayaan terjadi. 

“Awalnya kedua pihak dipertemukan di sekolah yang dimediasi kepala sekolah. Namun belum terjadi mediasi kekerasan itu trejadi hingga korban jatuh setelah dipukul pelaku,” jelas Heri.  

Terkait dugaan kekerasan terhadap siswa yang dilakukan korban, Heri menuturkan jika siswa tersebut memang dihukum oleh korban lantaran tidak mematuhi perintah untuk merapikan bajunya. 

Baca juga: Cerita di Balik Video Murid Lontarkan Kata-kata Kasar kepada Guru..

Rupanya siswa yang duduk di bangku kelas VII tersebut tidak terima dihukum oleh korban dan melaporkan ke orangtuanya. 

Heri menegaskan, pihak keluarganya akan segera membawa kasus ini ke ranah hukum. Saat ini korban mengalami memar di kepala dan terus muntah-muntah sehingga dirawat secara intensif. 




Close Ads X