Pasukan Kostrad Masih Dipertahankan Untuk Siaga Karhutla di Bengkalis

Kompas.com - 13/03/2019, 21:08 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat meninjau lokasi lahan bekas terbakar di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (13/3/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat meninjau lokasi lahan bekas terbakar di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (13/3/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa pasukan Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) masih dipertahankan untuk siaga terjadinya kembali kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Hal itu disampaikan Hadi saat meninjau lokasi lahan bekas terbakar bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Rabu (13/3/2019) siang.

"Saya pertahankan (Pasukan Kostrad) terus disini," kata Hadi saat diwawancarai wartawan.

Hadi tampak khawatir akan terjadinya kembali karhutla di Kecamatan Rupat, setelah titik api padam sejak beberapa hari lalu.

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Lahan Bekas Terbakar di Rupat Bengkalis

Sebab, wilayah bagian pulau yang berbatasan dengan Malaysia ini, paling parah dibandingkan dengan wilayah lainnya di Riau. Namun, saat ini

Sehingga, Hadi belum bisa memastikan sampai kapan Pasukan Kostrad disiagakan di Rupat mencegah terjadinya karhutla tersebut.

"Ke depan, ini kan sudah masuk pada musim kemarau. Jadi pasukan, peralatan, semua tetap saya standbykan di sini," ujar Hadi.

Bahkan, kata dia, tidak menutup kemungkinan pasukan akan ditambah apabila diperlukan.

Baca juga: Diguyur Hujan Selama 4 Jam, Titik Api Karhutla di Rupat Bengkalis Padam

"Yang jelas, kita mengantisipasi dua ancaman. Yang pertama, karena alam. Alam tidak bisa dilawan. Alam harus disiasati bagaimana caranya api itu tidak sampai menjalar kemana-mana. Yang kedua adalah, ulah manusia. Ulah manusia inilah yang harus kita lawan," ungkap Hadi.

Sehingga, sambung dia, pasukan ditempatkan di wilayah rawan karhutla untuk melaksanakan patroli setiap hari.

"Kalau ketangkap, saya serahkan langsung kepada kepolisian," tegas Hadi.

Untuk diketahui, satu kompi pasukan Batalyon Armed 10 Roket/Brajamusti/2/1 Kostrad dari Bogor diturunkan untuk membantu pemadaman karhutla di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Baca juga: Cerita Pasukan Kostrad Siang dan Malam Padamkan Api Karhutla di Bengkalis

Pasukan yang berjumlah seratus personel itu, tiba di Rupat pada Minggu (24/2/2019) sore. Sehingga, lebih kurang dua pekan Pasukan Kostrad bergabung dengan Tim Satgas Karhutla Riau untuk memadamkan api.

Sebagaimana diketahui, kebakaran lahan gambut di Kecamatan Rupat berlangsung lebih kurang satu bulan, yang menghanguskan kebun karet, sawit milik masyarakat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG Sebut Angin Jadi Penyebab Kabut Asap Ekstrem di Palembang

BMKG Sebut Angin Jadi Penyebab Kabut Asap Ekstrem di Palembang

Regional
Kurikulum Pengelolaan Sampah Siap Diterapkan di Semua PAUD Karawang

Kurikulum Pengelolaan Sampah Siap Diterapkan di Semua PAUD Karawang

Regional
2 Teroris Ditangkap di Bali, Polisi Tingkatkan Keamanan di Bandara hingga Pusat Pariwisata

2 Teroris Ditangkap di Bali, Polisi Tingkatkan Keamanan di Bandara hingga Pusat Pariwisata

Regional
Bongkar Markas Diduga Milik KNPB, Polisi Temukan Ratusan Anak Panah dan Senapan Angin

Bongkar Markas Diduga Milik KNPB, Polisi Temukan Ratusan Anak Panah dan Senapan Angin

Regional
Video Saat Karaoke di Ruang Kerja Viral, Ini Tanggapan Bupati Malang

Video Saat Karaoke di Ruang Kerja Viral, Ini Tanggapan Bupati Malang

Regional
Ucapan Syukur Mbah Mitun Melihat Gubuknya yang Reyot Diperbaiki

Ucapan Syukur Mbah Mitun Melihat Gubuknya yang Reyot Diperbaiki

Regional
Babi Hutan Merusak 30 Hektar Lahan Warga di Ciamis

Babi Hutan Merusak 30 Hektar Lahan Warga di Ciamis

Regional
90 Persen Kasus Bunuh Diri akibat Depresi, Pahami Ciri-cirinya

90 Persen Kasus Bunuh Diri akibat Depresi, Pahami Ciri-cirinya

Regional
Fakta Nikah dengan Biaya Murah, Rio dan Karin Buat Cincin Kawin dari Batu Meteorit dengan Biaya Rp 500.000

Fakta Nikah dengan Biaya Murah, Rio dan Karin Buat Cincin Kawin dari Batu Meteorit dengan Biaya Rp 500.000

Regional
Palembang Diselimuti Kabut Asap Ekstrem, Alat Pemantau Kualitas Udara Mendadak Rusak

Palembang Diselimuti Kabut Asap Ekstrem, Alat Pemantau Kualitas Udara Mendadak Rusak

Regional
Angka Bunuh Diri Tinggi, Baru 9 Persen Penderita Depresi Dapat Pengobatan Medis

Angka Bunuh Diri Tinggi, Baru 9 Persen Penderita Depresi Dapat Pengobatan Medis

Regional
Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Regional
Jasad Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Jasad Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Regional
Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Regional
Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai 'Calon Pengantin' Bom Bunuh Diri

Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai "Calon Pengantin" Bom Bunuh Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X