Terkena Puting Beliung, 50 Unit Rumah di Sumba Timur Rusak

Kompas.com - 13/03/2019, 13:07 WIB
Bupati Sumba Timur Gideon Mbilijora POS KUPANG/ROBERT ROPOBupati Sumba Timur Gideon Mbilijora


KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak 50 unit rumah warga di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak akibat diterjang puting beliung.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbiliyora mengatakan, puluhan rumah yang rusak itu tersebar di empat kecamatan.

"Puluhan rumah itu, ada yang rusak berat dan juga rusak ringan,"ucap Gidion kepada Kompas.com, melalui telepon selulernya, Rabu (13/3/2019).

Baca juga: Puting Beliung Terjang Barru Sulsel, Puluhan Rumah Rusak, Satu Rata dengan Tanah

Empat kecamatan yang terdampak puting beliung, lanjut Gidion, yakni Umalulu, Pandawai, Kambata Mapambuhang, dan Kanatang.

Gidion menyebut, puting beliung itu terjadi pada Minggu (10/3/2019).

Pihaknya, kata Gidion, telah memberikan bantuan darurat berupa makanan, alat tidur, dan kesehatan.

Gidion mengaku, bantuan yang diberikan hanya secukupnya saja, karena stok di kabupaten jumlahnya terbatas.

"Saat ini, dari Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) Kabupaten Sumba Timur, sudah bersurat ke BPBD Provinsi NTT, untuk meminta bantuannya," ujarnya.

Kompas TV Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi pada Jumat siang. Puting beliung pun merusak rumah warga hingga sebuah SPBU. Inilah video amatir hujan deras dan angin kencang yang terjadi di Sukabumi, Jumat siang. <br />




Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik 7 Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara, Berawal Main Bola

Detik-detik 7 Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara, Berawal Main Bola

Regional
Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov Dini Hari, Ini Kata Ketua DPC

Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov Dini Hari, Ini Kata Ketua DPC

Regional
Sejak Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Kasus Covid-19 di Gorontalo Melonjak 300 Persen

Sejak Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Kasus Covid-19 di Gorontalo Melonjak 300 Persen

Regional
Warga Temukan Kerangka Manusia di Lokasi Kebakaran Hutan Baluran

Warga Temukan Kerangka Manusia di Lokasi Kebakaran Hutan Baluran

Regional
Kronologi 7 Orang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Bantul

Kronologi 7 Orang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Bantul

Regional
Permudah Belajar Online, Universitas Andalas Dirikan Kampus Desa

Permudah Belajar Online, Universitas Andalas Dirikan Kampus Desa

Regional
Pencarian 5 Korban Hilang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Diperluas

Pencarian 5 Korban Hilang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Diperluas

Regional
Kronologi Terbongkarnya Kepala Sekolah Lecehkan Guru TK di Ruangannya, Korban Berhasil Melarikan Diri

Kronologi Terbongkarnya Kepala Sekolah Lecehkan Guru TK di Ruangannya, Korban Berhasil Melarikan Diri

Regional
4 ASN Positif Covid-19, Kantor Sekretariat Pemkab Blitar Tutup

4 ASN Positif Covid-19, Kantor Sekretariat Pemkab Blitar Tutup

Regional
KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

Regional
Rapid Test Reaktif, Ibu yang Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis Mengaku Kecewa karena Bayinya Meninggal

Rapid Test Reaktif, Ibu yang Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis Mengaku Kecewa karena Bayinya Meninggal

Regional
Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

Regional
Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov, Pintu Depan Terbakar

Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov, Pintu Depan Terbakar

Regional
1 Kecamatan di Trenggalek Jadi Zona Hijau, 3 SMP akan Gelar Belajar Tatap Muka

1 Kecamatan di Trenggalek Jadi Zona Hijau, 3 SMP akan Gelar Belajar Tatap Muka

Regional
Pasien Covid-19 yang Meninggal di Banyumas Bertambah, Satu Kampung di-Lockdown

Pasien Covid-19 yang Meninggal di Banyumas Bertambah, Satu Kampung di-Lockdown

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X