Ahmad Dhani Sebut Konser "Hadapi Dengan Senyuman" Digelar 30 Maret 2019

Kompas.com - 12/03/2019, 15:54 WIB
Ahmad Dhani saat berjalan memasuki ruang sidang PN Surabaya, Selasa (12/3/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALAhmad Dhani saat berjalan memasuki ruang sidang PN Surabaya, Selasa (12/3/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com - Musisi Ahmad Dhani menyebut konser bertajuk "Hadapi Dengan Senyuman" akan digelar pada 30 Maret 2019 mendatang.

Konser ini gagal digelar Minggu (10/3/2019) lalu di Grand City Surabaya karena belum mengantongi izin.

"Konser tanggal 30," kata Dhani berteriak saat akan menaiki mobil tahanan usai sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (12/3/2019).

Baca juga: Ahli Bahasa Ulas Kata Idiot dalam Sidang Ahmad Dhani

Ungkapan yang sama juga diteriakkan pentolan Band Dewa 19 itu saat berjalan menuju Ruang Sidang Cakra di Pengadilan Negeri Surabaya.

Wahid, salah seorang tim yang terlibat dalam konser "Hadapi Dengan Senyuman", membenarkan jika konser memang akan kembali digelar pada akhir Maret mendatang.

"Sambil menyesuaikan agenda para artis yang akan datang," katanya.

Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan segala bentuk perizinan yang diperlukan.

"Tim penyelenggara juga dirombak," jelasnya.

Dia menyebut, tiket yang sudah dibeli penonton pada 10 Maret 2019 lalu, masih bisa digunakan dalam konser mendatang.

"Yang berkeinginan refund juga kami layani," ucapnya.

Konser "Hadapi Dengan Senyuman" yang rencananya dihadiri sejumlah musisi grup band Dewa 19, Al Ghazali, Dul Jaelani, Mulan Jameela, Dewi Dewi, dan sejumlah artis digagalkan Polrestabes Surabaya pada 10 Maret 2019 lalu. Polisi menyebut, penyelenggara belum mengantongi izin konser.

Ahmad Dhani sendiri pada Selasa menghadiri sidang lanjutan perkara pencemaran nama baik akibat Vlog Idiot di Pengadilan Negeri Surabaya.

Agenda sidang saat itu menghadirkan saksi ahli bahasa dari Universitas Negeri Surabaya untuk menganalisa bahasa yang dipakai Ahmad Dhani dalam vlog "Idiot".

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Pasien PDP Covid-19 di Makassar Ngamuk karena Ingin Kebumikan Sendiri Almarhum

Keluarga Pasien PDP Covid-19 di Makassar Ngamuk karena Ingin Kebumikan Sendiri Almarhum

Regional
8 dari 10 Pasien Positif Covid-19 di Lamongan Merupakan Peserta Pelatihan Petugas Haji di Surabaya

8 dari 10 Pasien Positif Covid-19 di Lamongan Merupakan Peserta Pelatihan Petugas Haji di Surabaya

Regional
UPDATE 5 April: 30 Pasien Positif Covid-19 di Jatim Sembuh, ODP 10.116 Orang

UPDATE 5 April: 30 Pasien Positif Covid-19 di Jatim Sembuh, ODP 10.116 Orang

Regional
Kisah Penyelamatan Anak Macan Tutul Terjebak di Peternakan Ayam, Kelaparan dan Gigit Sepatu Boots

Kisah Penyelamatan Anak Macan Tutul Terjebak di Peternakan Ayam, Kelaparan dan Gigit Sepatu Boots

Regional
Kekurangan APD, Perawat Terpaksa Tanyakan Kebutuhan Pasien Covid-19 via Grup WhatsApp

Kekurangan APD, Perawat Terpaksa Tanyakan Kebutuhan Pasien Covid-19 via Grup WhatsApp

Regional
Seorang PDP Corona di Kota Jayapura Papua Meninggal Dunia

Seorang PDP Corona di Kota Jayapura Papua Meninggal Dunia

Regional
Hadapi Puncak Pandemi Covid-19, Kang Emil Resmikan RSUD di Pangandaran Lewat Video Conference

Hadapi Puncak Pandemi Covid-19, Kang Emil Resmikan RSUD di Pangandaran Lewat Video Conference

Regional
Kisah Perawat Tangani Pasien Covid-19, Dikucilkan karena Dituduh Tularkan Virus, Bahkan Tak Bisa Peluk Anak

Kisah Perawat Tangani Pasien Covid-19, Dikucilkan karena Dituduh Tularkan Virus, Bahkan Tak Bisa Peluk Anak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Pembina Pramuka | PDP Hamil Meninggal Usai Keluhkan Layanan RS

[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Pembina Pramuka | PDP Hamil Meninggal Usai Keluhkan Layanan RS

Regional
Fakta PDP Hamil Meninggal, Sebelumnya Sempat Keluhkan Layanan di RSUD via Facebook

Fakta PDP Hamil Meninggal, Sebelumnya Sempat Keluhkan Layanan di RSUD via Facebook

Regional
Bubarkan Kerumunan Saat Wabah Corona, Kepala Kampung Malah Kena Jotos, Pelaku Diancam 2 Tahun Penjara

Bubarkan Kerumunan Saat Wabah Corona, Kepala Kampung Malah Kena Jotos, Pelaku Diancam 2 Tahun Penjara

Regional
Ini Sederet Alasan Warga di Berbagai Daerah Tolak Pemakaman Jenazah Korban Corona, Apa Saja?

Ini Sederet Alasan Warga di Berbagai Daerah Tolak Pemakaman Jenazah Korban Corona, Apa Saja?

Regional
Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Sudah Direncanakan hingga Ditangkap Polisi

Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Sudah Direncanakan hingga Ditangkap Polisi

Regional
Duduk Perkara Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Berawal dari Menaksir Korban

Duduk Perkara Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Berawal dari Menaksir Korban

Regional
Sederet Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Naksir Korban dan Bohongi Latihan di Tengah Libur Corona

Sederet Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Naksir Korban dan Bohongi Latihan di Tengah Libur Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X