Kabar Terbaru soal Pengusutan Kasus Video "Jika Jokowi Terpilih, Tidak Ada Lagi Azan"

Kompas.com - 12/03/2019, 15:50 WIB
Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra KOMPAS.com/FARIDA FARHANKapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra

KARAWANG, KOMPAS.com - Penyelidikan dan penyidikan kasus video "Jika Jokowi Terpilih, Tidak Ada Lagi Azan" masih terus dilakukan kepolisian.

Berita terbaru, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik alat komunikasi terkait kasus ujaran kebencian yang melibatkan tiga wanita asal Karawang itu.

Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra mengaku belum mengetahui secara pasti ke mana saja video "Jika Jokowi Terpilih, Tidak Ada Lagi Azan" itu disebar.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik. Alat, device atau alat elektronik yang berupa handpone atau nomor handphone, saat ini semua masih didalami laboratorium forensik di Jakarta," ujar Nuredy ditemui di Mapolres Karawang, Selasa (12/3/2019).


Nuredy mengungkapkan, ketiga tersangka, yakni CW, ES, dan IP mempunyai peran berbeda. Seperti yang terlihat dalam video yang beredar di media sosial, Twitter dan Facebook, ES dan IP bertugas berinteraksi dengan warga. Sementara CW merekam aksi "emak-emak" itu dan mengunggahnya di media sosial.

"Masing-masing ada perannya, ada yang melakukannya sebagaimana yang rekan-rekan lihat dalam videonya," kata dia.

Baca juga: Kejari Karawang Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus video Jika Jokowi Terpilih, Tidak Ada Lagi Azan

Soal penangguhan penahanan bagi ketiganya, Nuredy akan mengecek apakah ada prngajuan dari tersangka maupun keluarganya atau belum.

Permohonan penangguhan penahanan, kata dia, merupakan hak tersangka maupun keluarganya dan diatur dalam undang-undang. Hanya saja, persoalan dikabulkan atau tidaknya merupakan pertimbangan penyidik secara objektif dan subjektif.

"Nanti akan saya cek di Kasatreskrim, apakah surat pengajuan (penangguhan) itu sudah ada surat penangguhan atau belum," katanya.

Petunjuk kejaksaan

Nuredy mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan Negeri Karawang perihal kelengkapan berkas kasus tersebut.

Baca juga: 3 Perempuan Terkait Video Jika Jokowi Terpilih, Tak Ada Lagi Azan Ditahan di Polres Karawang.

 

Sebab, baru-baru ini, pibaknya mendapatkan surat P18 dari kejaksaan yang menyatakan berkas tersebut belum lengkap.

"Namun kami masih menunggu P19 dari kejaksaan mengenai petunjuk-petunjuk apa saja yang mesti kami lengkapi dalam proses penyidikan tersebut," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Pasutri Tewas Digigit Ular | Pilkada Solo, Gibran Berjuang Maju Lewat PDI-P

[POPULER NUSANTARA] Pasutri Tewas Digigit Ular | Pilkada Solo, Gibran Berjuang Maju Lewat PDI-P

Regional
Fakta Kecelakaan Tol Lampung, Sopir Diduga Mengantuk hingga 4 Orang Tewas Terbakar

Fakta Kecelakaan Tol Lampung, Sopir Diduga Mengantuk hingga 4 Orang Tewas Terbakar

Regional
Tempeleng 10 Siswa, Motivasi Berujung Jeruji Besi: Saya Khilaf...

Tempeleng 10 Siswa, Motivasi Berujung Jeruji Besi: Saya Khilaf...

Regional
KPK Sita Sejumlah Dokumen di Kantor Dishub Medan

KPK Sita Sejumlah Dokumen di Kantor Dishub Medan

Regional
Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Regional
Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Regional
Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Regional
Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Regional
Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Regional
Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Regional
Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X