Jawa Barat Bakal Buka Kedai Kopi di Maroko

Kompas.com - 12/03/2019, 10:53 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan kunjungan kerja ke Souss Massa, Maroko, Selasa (11/3/2019).Dokumentasi Humas Pemprov Jabar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan kunjungan kerja ke Souss Massa, Maroko, Selasa (11/3/2019).


BANDUNG, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkesempatan membuka kedai kopi di kawasan Marina Agadir, Souss Massa Region, Maroko.

Peluang itu didapat saat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan kunjungan bilateral ke daerah itu.

Pembukaan kedai kopi itu menjadi satu dari sejumlah kerja sama lain setelah Ridwan Kamil meneken nota kesepahaman dengan Souss Massa Region sebagai sister province.

Baca juga: Jika Disetujui Ridwan Kamil, Pemkot Depok Pastikan Buat Detail Underpass Rp 800 Miliar

Sementara itu, jeruk (citrus) Souss Massa diberi kesempatan untuk dipasarkan di Jawa Barat, sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar dan konsumen buah-buahan terbesar pula di Indonesia.

Ia berharap, peningkatan perdagangan dan investasi melalui koneksi dagang antarkedua daerah dapat mengembangkan distribusi komoditas lain ke Maroko.

"Kopi Java Preanger merupakan komoditas yang akan menjadi primadona di Souss Massa karena Masyarakat Souss Massa terkenal dengan budaya meminum kopi," kata Emil, sapaan akrabnya, dalam siaran pers, Selasa (12/3/2019).

Selain itu, kata Emil, Pemprov Jabar akan berpartisipasi pada ajang budaya di Maroko.

"Lalu, pada bidang kebudayaan, melalui penyelenggaraan kolaborasi event budaya, Pemprov Jawa Barat akan mengirimkan delegasi kesenian ke Souss Massa pada bulan Juli," ungkap Emil.

Baca juga: Incar Investor Asal Timur Tengah, Ridwan Kamil Kursus Bahasa Arab

Sementara itu, President of Souss Massa Region Brahim Hafidi membuka peluang Pemprov Jabar untuk menggunakan sumber daya di Maroko bagi kegiatan industri.

Menurut dia, keunggulan Maroko terletak di sektor pertanian, kelautan, industri, dan pariwisata. Para investor di Maroko akan menikmati fasilitas kebijakan free zone yang diterapkan di sini, juga infrastruktur yang memadai. 



Close Ads X