Hujan, Titik Panas Karhutla di Pulau Bintan Mulai Menurun

Kompas.com - 12/03/2019, 10:13 WIB
Kepulan asap putih yang keluar dari lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, mengarah ke permukiman warga Kecamatan Pangkalan Terap, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (12/3/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGKepulan asap putih yang keluar dari lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, mengarah ke permukiman warga Kecamatan Pangkalan Terap, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (12/3/2019).


TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Kebakaran hutan yang terjadi di Pulau Bintan, baik itu di Kabupaten Bintan maupun Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, saat ini diketahui berangsur menurun.

Namun, demikian hal tersebut tetap harus diwaspadai mengingat sampai saat ini kondisi cuaca di Kepri keseluruhannya masih panas.

"Sebelumnya ada sekitar 65 hektar yang terdiri hutan dan lahan yang terbakar di Kabupaten Bintan dan Tanjungpinang, setelah diguyur hujan kemarin titik hotspot-nya menurun," kata Samadi, Kepala Stasiun Radio Pantai atau Komunikasi Pelayaran (Kasrop) Anambas, melalui pesan singkatnya, Selasa (12/3/2019).

Senada juga dibenarkan oleh Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tanjungpinang, Arditho B Putra yang mengatakan, dari hasil pantauan BMKG, memang ada penurunan titik hotspot di Pulau Bintan.

Baca juga: Dampak Karhutla, Kabut Asap Selimuti Permukiman Warga Teluk Meranti

"Ada penurunan setelah diguyur hujan kemarin, namun berapa jumlah titik pastinya saat ini masih dalam pemantauan lebih lanjut," kata Putra.

Kendati demikian, BMKG tetap mengeluarkan peringatan dini yakni waspadai timbulnya hotspot di beberapa titik wilayah Tanjungpinang dan Bintan akibat adanya kebakaran, baik hutan atau lahan, maupun permukiman yang ditimbulkan dari suhu udara yang tinggi serta tiupan angin yang cukup kuat.

"Titik hotspot update terakhir, tingkat kepercayaan sekitar 51 sampai 100 persen," ujar dia.

Selain itu, masyarakat pulau Bintan juga harus mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang.

Baca juga: Cerita Andik Baso Tidur di Kolong Rumahnya yang Dikepung Api Karhutla

"Bahkan, bila ditemui awan hitam pekat atau yang lebih dikenal awan cumulonimbus (Cb), diminta untuk menghindar," kata dia.

Untuk arah angin sendiri, saat ini bertiup dari arah utara ke timur dengan kecepatan angin 5 sampai 25 km perjam.

"Suhu pulau Bintan kisaran 24-31°C dengan kelembapan udara 65-95 persen," terang dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Pasang Kepala Daerah di Kalsel Akan Dilantik secara Tatap Muka

5 Pasang Kepala Daerah di Kalsel Akan Dilantik secara Tatap Muka

Regional
Vaksinasi Tahap Kedua Digelar Awal Maret, Kadinkes Ambon: Kita Prioritaskan Lansia

Vaksinasi Tahap Kedua Digelar Awal Maret, Kadinkes Ambon: Kita Prioritaskan Lansia

Regional
Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah, Obyek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah, Obyek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

Regional
Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

Regional
Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

Regional
Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

Regional
Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Regional
Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

Regional
Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

Regional
Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Februari 2021

Regional
Takut Temukan Hiu Berwajah Manusia, Nelayan Ini Sempat Membuangnya, Begini Kronologi dan Penjelasan Ahli

Takut Temukan Hiu Berwajah Manusia, Nelayan Ini Sempat Membuangnya, Begini Kronologi dan Penjelasan Ahli

Regional
Salatiga Ditetapkan sebagai Kota Paling Toleran 2020 versi Setara Institute

Salatiga Ditetapkan sebagai Kota Paling Toleran 2020 versi Setara Institute

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X