Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Terus Meluas

Kompas.com - 12/03/2019, 06:12 WIB
Tim Satgas Karhutla Kabupaten Pelalawan, Riau, mengecek sekat bakar yang dibuat dengan menggunakan alat berat eskavator untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan, Senin (11/3/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGTim Satgas Karhutla Kabupaten Pelalawan, Riau, mengecek sekat bakar yang dibuat dengan menggunakan alat berat eskavator untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan, Senin (11/3/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau belum teratasi, dan bahkan hingga saat ini lahan terbakar terus meluas dalam sepekan terakhir di sejumlah wilayah.

Upaya pemadaman masih dilakukan tim gabungan dari kepolisian, TNI, Manggala Agni, BPBD, masyarakat peduli api (MPA) dan dibantu sejumlah perusahaan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga Maret 2019, mendekati 2.000 hektare.

"Luas hutan dan lahan yang terbakar sejak Januari 2019 hingga hari ini sekitar 1.761,41 hektare," kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (11/3/2019).

Baca juga: Kebakaran Lahan Gambut Riau, Permukiman Warga Diselimuti Asap Tipis

Dia menyampaikan, kebakaran bertambah luas di tiga wilayah, yakni di Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Bengkalis.

"Di Kepulauan Meranti bertambah 29 hektare, Pelalawan 3 hektare dan Kabupaten Bengkalis 12 hektare," sebut Edwar.

Wilayah yang paling besar kebakaran hutan dan lahan, lanjut dia, yakni di Kabupaten Bengkalis sekitar 955.5 hektare. Hampir seluruh lahan yang terbakar tanah gambut.

Kemudian, di Kabupaten Rokan Hilir 254,5 hektare, Kepulauan Meranti 216,4 hektare, Kota Dumai 133 hektare, Siak 70,75 hektare, Indragiri Hilir 48 hektare, Pelalawan 40,5 hektare, Kota Pekanbaru 21,76 hektare, Kampar 19,5 hektare, dan Indragiri Hulu 1,5 hektare.

Edwar mengatakan, upaya pemadaman terus dilakukan Tim Satgas Karhutla, baik tim darat maupun udara.

"Pemadaman dan pendinginan terus dilakukan, supaya kebakaran tidak semakin meluas," ungkap Edwar.

Jika dilihat dari data BPBD Riau sepekan terakhir, luas lahan terbakar jauh meningkat.

Baca juga: Polisi Sebut Kebakaran Lahan di Pelalawan, Riau, Diduga Disengaja

Seperti data rekap yang diterima Kompas.com, pada Kamis (7/3/2019) lalu, luas lahan yang terbakar sekitar 1.485,91 hektare. Artinya, dalam lima hari belakangan, kebakaran bertambah luas sekitar 300 hektare.

Akibat kebakaran lahan gambut ini, sejumlah wilayah dilanda kabut asap, seperti Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Pelalawan dan Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Senin sore, jarak pandang di Kota Pekanbaru sekitar 10 kilometer.

Kemudian, Kota Dumai, Kecamatan Rengat, dan Pelalawan, masing-masing delapan kilometer. Sementara titik panas (Hotspot) tidak terpantau alias nihil di Riau, dan bahkan wilayah Sumatera.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 ASN Positif Covid-19, Kantor Sekretariat Pemkab Blitar Tutup

4 ASN Positif Covid-19, Kantor Sekretariat Pemkab Blitar Tutup

Regional
KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

Regional
Rapid Test Reaktif, Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bayinya Meninggal: Saya Kecewa...

Rapid Test Reaktif, Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bayinya Meninggal: Saya Kecewa...

Regional
Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

Regional
Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov, Pintu Depan Terbakar

Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov, Pintu Depan Terbakar

Regional
1 Kecamatan di Trenggalek Jadi Zona Hijau, 3 SMP akan Gelar Belajar Tatap Muka

1 Kecamatan di Trenggalek Jadi Zona Hijau, 3 SMP akan Gelar Belajar Tatap Muka

Regional
Pasien Covid-19 yang Meninggal di Banyumas Bertambah, Satu Kampung di-Lockdown

Pasien Covid-19 yang Meninggal di Banyumas Bertambah, Satu Kampung di-Lockdown

Regional
INACA Kampanyekan Terbang Aman di Tengah Wabah Covid-19

INACA Kampanyekan Terbang Aman di Tengah Wabah Covid-19

Regional
Cerita Jonathan Belajar Online, Jual Pempek demi Beli Kuota Internet

Cerita Jonathan Belajar Online, Jual Pempek demi Beli Kuota Internet

Regional
Penjelasan RS Terkait Ibu yang Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas Saat Persalinan

Penjelasan RS Terkait Ibu yang Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas Saat Persalinan

Regional
Terkatung 12 Hari di Laut Natuna, Kapal Nelayan Selamat berkat Layar Terpal

Terkatung 12 Hari di Laut Natuna, Kapal Nelayan Selamat berkat Layar Terpal

Regional
Guru TK Dilecehkan Kepala Sekolah Dalam Ruangan, Bajunya Ditarik hingga Robek

Guru TK Dilecehkan Kepala Sekolah Dalam Ruangan, Bajunya Ditarik hingga Robek

Regional
Niat Cari Kerja ke Pontianak, Warga Jombang Kabur ke Hutan karena Positif Corona, Ini Kisahnya...

Niat Cari Kerja ke Pontianak, Warga Jombang Kabur ke Hutan karena Positif Corona, Ini Kisahnya...

Regional
Kota Madiun Lombakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Juara Satu Dapat Satu Ton Beras

Kota Madiun Lombakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Juara Satu Dapat Satu Ton Beras

Regional
Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X