Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WNA Masuk DPT Pemilu 2019 di DIY Menjadi Berjumlah 14 Orang

Kompas.com - 11/03/2019, 17:05 WIB
Wijaya Kusuma,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Temuan Warga Negara Asing (WNA) di daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 bertambah dari 10 orang menjadi 14 orang per Senin (11/3/2019). 

Rincian penambahan, yakni tiga WNA dari Sleman dan satu dari Gunungkidul. 

Awalnya dari penelurusan, Bawaslu DIY menemukan sebanyak 10 WNA yang masuk dalam DPT Pemilu 2019. Sebanyak 10 WNA yangterdaftar di DPT ini terdapat di Bantul sebanyak delapan orang, satu orang di Sleman serta satu orang di Kota Yogyakarta.

Baca juga: Bawaslu Jateng Kembali Temukan 8 WNA Masuk DPT Pemilu 2019

Menurut Bawaslu DIY, tambahan satu orang WNA dari Gunungkidul lantaran pada awal informasi, WNA tersebut disebut telah menjadi WNI. Namun saat ditelusuri dan dilakukan verifikasi, ternyata masih WNA asal Amerika Serikat (AS). 

"Update WNA masuk DPT per tanggal 11 Maret 2019 total ada 14. Bantul ada delapan orang, Sleman ada empat orang, Gunungkidul ada satu orang dan Kota Yogyakarta ada satu orang," kata Kordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu DIY Amir Nashirudin saat dihubungi Kompas.com, Senin (11/03/2019). 

Baca juga: KPU Pastikan Mencoret Ratusan WNA yang Masuk DPT

Sebanyak 14 WNA ini diketahui dari Belanda, Jepang, Swiss, Spanyol, Amerika Serikat, Malaysia dan Australia.

"Data yang sudah diverifikasi kemudian dikirimkan ke Bawaslu RI untuk ditindaklanjuti sebagai saran perbaikan ke KPU RI," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com