Kurangi Penggunaan Kayu Bakar dan Gas, Keuskupan Ruteng Kembangkan Biogas

Kompas.com - 11/03/2019, 13:02 WIB
Ketua Komisi Pemberdayaan Sosial Ekonomi Keuskupan Ruteng Pastor Robertus Pelita (baju putih) sedang menerangkan pembangkit biodigester untuk biogas yang bersumber dari kotoran hewan ternak dan manusia kepada peserta pelatihan biogas dari berbagai Paroki di Keuskupan Ruteng, di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, Minggu (10/3/2019). KOMPAS.com/MARKUS MAKURKetua Komisi Pemberdayaan Sosial Ekonomi Keuskupan Ruteng Pastor Robertus Pelita (baju putih) sedang menerangkan pembangkit biodigester untuk biogas yang bersumber dari kotoran hewan ternak dan manusia kepada peserta pelatihan biogas dari berbagai Paroki di Keuskupan Ruteng, di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, Minggu (10/3/2019).

RUTENG, KOMPAS.com - 80 Paroki di Keuskupan Ruteng, Flores Barat, NTT, berencana mengembangkan biogas ramah lingkungan untuk keperluan memasak, menyalakan lampu, hingga untuk pupuk organik. 

Hal ini dilakukan untuk membatas penggunaan kayu yang berakibat pada keberlanjutan hutan dan lingkungan hidup, serta meminimalisir polusi.

Komisi Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Ruteng Pastor Robertus Pelita mengatakan, pilot proyek biogas awalnya dilakukan di Kabupaten Manggarai Barat. Proyek biogas di sini menggunakan limbah dari asrama Seminari Labuan Bajo dan komplaks Kevikepan Labuan Bajo.

Dari kloset asrama, limbah langsung dialirkan ke biodigester. Gas dari proses ini bisa untuk menyalakan kompor untuk keperluan memasak. Sementara hasil biodigester berupa limbah cair dan padat menjadi pupuk organik.

Proyek ini berhasil sebab mampu menghasilkan sayuran dan buah naga yang enak rasanya. Karena dianggap berhasil, kemudian proyek diperluas ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Untuk Kabupaten Manggarai, pilot proyeknya dikembangkan di lahan Keuskupan di Leda, Kelurahan Leda, Kecamatan Langke Rembong, dengan bahan kotoran sapi.

Baca juga: Mengolah Limbah Ampas Tahu Menjadi Biogas yang Bermanfaat...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ada tiga biodigester atau bioreactor berhasil dikembangkan dalam dua bulan ini. Gas-gas dari kotoran sapi itu bisa disambungkan di kompor gas untuk memasak air minum dan masak nasi,” jelas Pastor Robertus, Senin (11/3/2019).

Rencananya, pengembangan biodigester atau bioreactor dilakukan di 80 paroki di wilayah Keuskupan Ruteng. Untuk itu, dilaksanakanlah pelatihan, studi lapangan dan praktik kepada pengurus Gereja dari 80 paroki dalam program Training of Trainers (TOT). 

Menurut Pastor Robertus, biogas sangat menghemat dari pemakaian minyak tanah dan gas. Gas-gas yang dibuat pembangkit tidak akan meledak seperti tabung gas serta minyak tanah.

Selain itu, tidak membutuhkan modal besar. Untuk membangun biodigester sederhana hanya membutuhkan modal Rp 3 juta-Rp 5 juta. Namun dengan modal sebanyak itu, bisa digunakan sepanjang masa.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.