Ini Penjelasan PT Monokem Surya Terkait Tailing Pasir Zirkon di Dekat Citarum

Kompas.com - 11/03/2019, 11:34 WIB
Warga Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, memprotes adanya penimbunan dan pengarugan tailing pasir zirkon PT Monokem Surya di Desa Amansari, yang lokasinya berdekatan dengan Sungai Citarum, persawahan, dan pemukiman warga. 

KOMPAS.com/FARIDA FARHANWarga Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, memprotes adanya penimbunan dan pengarugan tailing pasir zirkon PT Monokem Surya di Desa Amansari, yang lokasinya berdekatan dengan Sungai Citarum, persawahan, dan pemukiman warga.

 

 KARAWANG, KOMPAS.com-PT Monokem Surya mengaku akan segera membenahi penampungan limbah pasir buangan meja goyang atau pasir silika atau pasir zircon yang sempat ramai digunjingkan publik lantaran ditengarai beracun.

"Kami sedang membuat penampungan. Sekitar April selesai. Rencananya akan kami pindah pasir buangan meja goyang itu ke penampungan, nanti kita akan minta saran dari DLHK Karawang," ujar Ahmad Munirul, HRGA Section Manager PT Monokem Surya kepada Kompas.com, Minggu (10/3/2109).

Perusahaan yang memproduksi pelapis keramik itu, kata dia, pada dasarnya beritikad baik mematuhi peraturan pemerintah dan yang disarankan DLHK Karawang.

"Kami terus memperbaiki dan beritikad baik," katanya.

Baca juga: DLHK Karawang Pangil PT Monokem Surya Terkait Penimbunan Limbah Beracun Dekat Citarum

Ahmad mengatakan, limbah pasir silika tersebut sebenarnya sudah ada pihak yang bersedia membeli. Hanya saja, perusahaan tersebut meminta dalam jumlah banyak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami baru bisa memenuhi pesanan (pasir baungan meja goyang/pasir silika/pasir zircon) selama seminggu. Masalahnya, kami belum mempunyai penampungan yang memadai," katanya.

Ahmad mengungkapkan, hasil uji laboratorium dari Medialab Indonesia, pasir zircon atau pasir buangan meja goyang tersebut di bawah ambang batas kategori beracun.

Hal ini diperkuat dengan surat keterangan yang dikeluarkan DLHK Karawang Nomor 070/290/PPL.

Dalam surat itu diterangkan bahwa berdasarkan uji karakteristik limbah melalui TCLP, diperoleh hasil analisa konsentrasi zat pencemar lebih kecil dari TCLP-A dan TCLP-B (Lampiran III PP Nomor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3), sehingga pasir buangan meja goyang/pasir silika tersebut tidak memiliki karakteristik beracun.

"Kami tidak menyebut bahwa pasir goyang tersebut bukan limbah B3 dan tidak beracun. Namun hasil uji lab menyebutkan bahwa pasir goyang tersebut di bawah ambang batas kategori (beracun)," tambahnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.