Kompas.com - 11/03/2019, 06:23 WIB
Tampak Outlet Terowongan Nanjung dengan sungai Citarum di Curug Jompong Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Rencananya terowongan dengan panjang 230 meter ini akan rampung Desember 2019 ini KOMPAS.com/AGIEPERMADITampak Outlet Terowongan Nanjung dengan sungai Citarum di Curug Jompong Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Rencananya terowongan dengan panjang 230 meter ini akan rampung Desember 2019 ini

BANDUNG, KOMPAS.com - Direktur Sumber Daya Air PUPR Hari Suprayogi mengakui bahwa Terowongan Nanjung hanya bisa mengurangi genangan banjir.

"Banjir tak bisa hilang, itu tergantung hujan turun. Kami membangun ini dengan derajat tertentu, debit rencana tertentu. Kemudian kalau lihat Citarum, ada daerah yang memang di bawah elevasi dari Sungai Citarum seperti Baleendah, itu juga dengan floodway sekarang Cieunteung, itu kami hanya bisa mengurangi," kata Hari, Minggu (10/3/2019).

Untuk itu, bagi masyarakat yang tinggal di daerah banjir di Kabupaten Bandung, baiknya menjaga lingkungannya dengan baik.

Baca juga: Jokowi Tinjau Proyek Pengendali Banjir Sungai Citarum yang Pernah Mangkrak 15 Tahun

"Yang perlu kita lakukan adalah plan management di mana di daerah banjir kita living harmony dengan air," tutur dia.

Menurutnya, di daerah sungai, banjir tergantung dari kondisi daerahnya. Pembangunan sistem pengendali air seperti terowongan Nanjung ini pun tidak serta merta langsung dibangun, melainkan melalui tahap studi yang matang.

"Di setiap wilayah sungai ada pola pengendalian wilayah sungai, juga ada rencana atau master plan. Nantinya akan ditindak lanjuti dengan studi kelayakannya dan detail desainnya, di tempat lain mungkin ada terowongan seperti ini, mungkin ada yang lain seperti floodway, sedotan langsung ke laut atau hanya normalisasi atau dengan waduk," ujar dia.

"Yang sangat efektif adalah waduk, di samping mengendalikan banjir, bisa berfungai lain karena waduk multi fungsi, bisa juga dengan air yang dimanfaatkan atau pendayagunaan," tambah dia.

Baca juga: BNPB Sebut Banjir di Kabupaten Bandung karena Meluapnya Sungai Citarum

Untuk itu, Hari berharap dukungan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur yang akan membawa manfaat mengurangi banjir.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan perampungan terowongan Nanjung akhir tahun 2019.

Saat ini, realisasi progres pekerjaan terowongan sudah mencapai 22 persen, dengan rincian untuk terowongan bagian kanan sudah mencapai 97 meter dan kiri mencapai 100 meter dari panjang terowongan seluruhnya masing-masing 230 meter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.