Kebakaran Lahan Gambut Riau, Permukiman Warga Diselimuti Asap Tipis

Kompas.com - 11/03/2019, 05:38 WIB
Petugas gabungan memadamkan api kebakaran lahan gambut di lahan PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu (10/3/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGPetugas gabungan memadamkan api kebakaran lahan gambut di lahan PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu (10/3/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kebakaran lahan gambut di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, mengeluarkan asap yang sangat tebal, Minggu (10/3/2019). Dampak kebakaran tersebut, sejumlah permukiman warga diselimuti kabut asap tipis.

Kebakaran gambut saat ini terdapat di lahan milik PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS). Api diduga berasal dari lahan masyarakat yang terbakar di Desa Pangkalan Terap, sehingga menjalar ke lahan perusahaan tersebut.

Upaya pemadaman api dilakukan tim gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, Manggala Agni, Damkar, masyarakat dan dibantu pihak PT SSS.

Pantauan Kompas.com Minggu, petugas tampak kesulitan memadamkan api di dalam gambut. Selain cuaca panas dan angin kencang, asap juga mengepung petugas yang sedang bekerja.

Baca juga: Polisi Sebut Kebakaran Lahan di Pelalawan, Riau, Diduga Disengaja

Upaya pemadaman dilakukan melalui darat dan udara. Satu unit helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing.

Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, selaku Komandan Satgas Karhutla mengakui sulit memadamkan api di dalam gambut.

"Sulitnya karena gambut yang terbakar cukup dalam sekitar tiga sampai empat meter. Jadi, tanah gambut yang terbakar ini harus kami siram hingga menjadi seperti bubur. Upaya ini cukup efektif memadamkan api di dalam gambut," ungkap Kaswandi, saat berbincang dengan Kompas.com, Minggu.

Menurut dia, jika penyiraman hanya dilakukan di bagian permukaan, api di dalam gambut tidak akan padam total. Bahkan, asap semakin bertambah parah.

"Setelah kami siram dan dijadikan seperti bubur, besoknya lagi kami cek lagi. Kadang masih ada api yang kembali hidup di dalam gambut, sehingga tidak bisa kami tinggal dalam kondisi cuaca panas," kata Kaswandi.

Beberapa hari yang lalu, lanjut dia, pemadaman sudah dilakukan. Namun, lantaran cuaca panas dan angin kencang, api kembali muncul.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Regional
Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Regional
Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Regional
Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Regional
Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Regional
Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Regional
Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Regional
Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Regional
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Regional
Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Regional
6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

Regional
Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Regional
Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Regional
Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X