Dandim Pastikan Tak Ada Lagi Mortir yang Terkubur di Rumah Warga di Bandung

Kompas.com - 09/03/2019, 16:43 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Dandim 0618 BS Letkol Inf M Herry Subagyo memastikan tidak ada lagi mortir tersisa yang terkubur di halaman rumah warga di Jalan Ir H Djuanda (Dago), Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

"Sudah (steril), kemarin setelah diangkat semua dan lakukan pemeriksan manual, yakinkan bahwa dari kedalaman, kami tusuk pakai alat manual alat bantu kayu, bambu, tidak ditemukan benda keras lagi didalamnya, kami kemudian cek metal detector sudah tidak ada indikasi, ya pastikan sementara ini daerah itu aman," kata Herry, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/3/2019).

Berdasarkan penyisiran yang dilakukan tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jabar, dan Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Yozipur Kodam III Siiwangi di kedalaman kurang lebih satu meter, seluruh mortir yang terkubur di halaman rumah warga ini ada sekitar 119 mortir.

Baca juga: Ada 119 Mortir di Dago Bandung, Dandim Sebut Ini Temuan Terbanyak

Setelah semua berhasil diamankan, selanjutnya mortir-mortir tersebut dibawa ke Paldam III Siliwangi untuk dianalisis jenis dari mortir tersebut. Dengan ditemukannya seluruh mortir ini, maka penggalian dan penyisiran mortir ditutup.

Meski begitu, sampai saat ini, pihaknya belum mengetahui asal-usul dan jenis mortir tersebut. Sebab, dibutuhkan data dan bukti fakta dari benda tersebut.

"Belum, dari Paldam harus karena kondisi banyak yang sudah karat diperlukan identifikasi asal muasalnya dari mana, tipenya apa, sambil kami kroscek dari data pemilik rumahnya sehingga kami tahu apakah ini dari peninggalan Belanda atau memang peninggalan tentara kita masa perjuangan," ujar dia.

"Kan dulu zamannya belum ada administrasi, ya mungkin disimpan untuk persiapan kalau ada perang lagi atau agresi militer, kami belum tahu. Karena anak-anaknya keluarga tidak mengetahui secara pasti, tapi di rumah itu kami temukan barang itu, makanya kami perlu dalami apakah memang ada kemungkinan gudang atau itu disimpan tentara Belanda waktu sebelum pergi dari Bandung saat pertempuran zaman dulu," tambah dia.

Diberitakan sebelumnya, penemuan mortir ini berawal dari galian fondasi yang diakukan oleh tukang di halaman rumah tersebut. Awalnya, hanya satu mortir yang ditemukan tukang, namun saat digali selama dua hari oleh tim Jibom Polda Jabar, dan Tim Jihandak Yonzipur mortir pun bertambah sampai akhirnya selesai pada Rabu (6/3/2019).

Baca juga: Penyisiran Ditutup, Mortir yang Ditemukan di Bandung Totalnya 119 Buah

Berdasarkan keterangan sementara, menurut Herry, rumah tersebut dulunya merupakan mess bangunan milik Perusahaan Jawaran Kereta Api (PJKA), yang kemudian dibeli oleh kakeknya dari pemilik rumah tersebut di tahun 1950-an.

"Rumah ini dulu bangunan mess milik PJKA, yang di beli seorang pejuang kemerdekaan yang bertugas di bidang logistik, pensiun, beliau pangkat kopral, tahun 50 dibeli kemudian tahun 70 sudah ditempati anaknya yang memiliki rumah ini," ujar dia.

"Sejauh yang kami peroleh, tidak ada indikasi bahwa ada pernah menyimpan upaya penimbunan, kami masih dalami itu tapi sejauh ini masih normal. Karena dulu ini lokasi penemuan ini adalah tanah kosong," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.