Korban Banjir Bandang Ditandu Sejauh 22 Km Lewati Belasan Titik Longsor untuk Sampai Puskesmas

Kompas.com - 09/03/2019, 15:25 WIB
Rotto (55) warga Desa Batangguru yang ditandu warga menempuh jarak 22 km dan melewati belasan titik longsor saat berada di Puskesmas Sumarorong, Sabtu (9/3/2019). Rotto mengalami patah tulang paha dan tulang lengan. KOMPAS.com/JUNAEDIRotto (55) warga Desa Batangguru yang ditandu warga menempuh jarak 22 km dan melewati belasan titik longsor saat berada di Puskesmas Sumarorong, Sabtu (9/3/2019). Rotto mengalami patah tulang paha dan tulang lengan.

MAMASA, KOMPAS.com — Marten Luther Rotto (55), salah satu korban banjir bandang dari Desa Batangguru, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, harus ditandu sejauh 22 kilometer untuk menuju puskesmas terdekat yang masih berada dalam satu kecamatan.

Para pemandu harus berjibaku melewati belasan titik longsor berupa timbunan lumpur dan batang pepohonan yang tumbang dan memutus jalan.

Rotto mengalami patah tulang lengan dan tulang paha sehingga tidak dapat bergerak. Sebelumnya, ia berjuang menyelamatkan diri dari amukan banjir bandang yang menerjang rumahnya. Warga menemukan Rotto tak berdaya di bawah tumpukan material bekas rumahnya. 

Lantaran jalur evakuasi Rotto tak mudah, para penandu harus melakukannya bergantian. Mereka juga puluhan kali harus beristirahat agar sampai ke tujuan.

Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Mamasa, 6 Rumah Ambruk

Rotto yang ditemui di Puskesmas Sumarorong mengaku tak bisa berjalan dan menggerakkan salah satu tangannya lantaran tulangnya patah setelah tertimpa reruntuhan rumah dan material yang terbawa longsor dan banjir bandang.

“Kaki dan tangan saya tak bisa digerakkan. Saya sempat dihantam reruntuhan rumah dan material yang terbawa longsor, untungnya masih selamat,” ujar Rotto kepada Kompas.com, Sabtu (9/3/2019).

Hingga berita ini diturunkan, Rotto masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Sumarorong.

Pantauan Kompas.com, banjir bandang di Sumarorong ini selain membuat jalan sepanjang 22 km terputus juga memorakporandakan sarana publik lain, seperti jembatan, lima turbin pembangkit listrik, dan tiang-tiang istrik.

Baca juga: Miris, Belasan Tahun Jalan di Mamasa Ini Kondisinya Rusak Berlumpur

Tim Tagana hingga kini terus melakukan upaya pembersihan untuk membuka jalan yang putus tersebut. Saat ini warga belum bisa menikmati listrik sehingga masih gelap gulita di malam hari.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang dan longsor menerjang Desa Batanguru, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis (7/3/2019) petang. Enam rumah warga di sepanjang bantaran Sungai Batanguru ambruk dihantam banjir dan tanah longsor.

Banjir ini dipicu Sungai Batanguru yang membelah Kecamatan Sumarorong di wilayah tersebut meluap hingga merendam permukiman di sepanjang muara sungai. Jalan-jalan kecamatan mendadak jadi sungai yang dialiri banjir bandang dari Sungai Batanguru yang tengah mencari jalan.

Camat Sumarorong Armianto yang dikonfirmasi via telepon membenarkan kejadian tersebut. Armianto mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi rinci terkait kejadian tersebut. Ia hanya mengatakan informasi sementara yang menyebukan, ada enam rumah warga yang ambruk karena terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Regional
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Regional
Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Regional
Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X